Kamis, 02 Juli 2020

MENCIUM ANAK ADALAH SUNNAH NABI SAW



“Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga.” (HR. Bukhari)"
.
4 Anggota Tubuh Anak Yang Perlu Dicium Orangtua Setiap Hari
.
Mari lahirkan rasa kasih dalam diri anak-anak melalui sifat orang tua yang penyayang.
.
Berikut ini adalah saran kami sebagai psikolog Islam yang sebaiknya diamalkan setiap hari terhadap anak-anak.
.
.
CIUMAN KASIH SAYANG
.
1. Di ubun-ubun,
menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin.
.
2. Di dahi,
menandakan orangtua redha atas keberadaan anak.
Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya.
.
3. Di kedua pipi
sambil mengucap maa syaa Allah, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak.
.
4. Di tangan anak,
tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) sambil mengucap _barakallah_, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a.
.
.
SENTUHAN SAYANG
.
1. Menggosok belakang kepala anak, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan.
.
2. Menggosok atas kepala atau ubun-ubun, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak.
.
3. Mengusap dahi, sebagai tanda syauq (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak.
4. Kedua pipi, juga tanda mawaddah wa hubb (kasih sayang)
.
5. Memegang kedua tangan, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung.
.
Perhatian:
Usaplah dada anak sambil istighfar saat ia menunjukkan kecenderungan berbuat salah atau sedang marah, untuk menenangkannya.
Lakukan tindakan mawaddah warohmah ini diiringi kalimat2 thoyyibah.

Kamis, 18 Juni 2020

JANGAN BERI MAKAN KELUARGA DENGAN BELANJA BERAKAD BATHIL

PERHATIAN BUAT PARA EMAK2

JANGAN BERI MAKAN KELUARGA DENGAN BELANJA BERAKAD BATHIL

Jangan sampai kita bertransaksi jual beli seperti ini ya Bun
Ini adab jual beli..

Emak² : "Bang Ayam sekilo brp..?"
Abang : "28ribu bu..!"
Emak² : "27 ribu deh..!"
Abang : "😫iya deh"
Emak² : "hati ampela" sepasangnya brp..?"
Abang : "2 ribu.."
Emak² : minta 3 pasang, "Sama ceker sekilo ya.."
Abang : "ceker sekilo nya 16.000 bu.."
Emak² : "Udah lempengin jadi 15 aja..!"
Abang : "😔iya udah.."
Emak² : "Jadi total brp bang semua..?"
Abang : "Ayam + hati ampela + ceker jadi 48 ribu”
Emak² : "Alah udah 45 ribu aja.. Nih 50 ribu, kembaliin goceng sini..!"
Abang : 😫😔..
Emak: kasih bonus sayap satu ini yaa (sambil masukin sayap ke kantong kresek)
Abang: 😭😭😩😩

Wahai emak shalihah  Dalam jual beli ada 3 rukun yg harus terpenuhi lo ... yaitu:

1. Al Aqidan (penjual & pembeli)
2. Al Ma'qud alaih (uang & barang)
3. Shigat Akad.

▶️ Shigat Akad adalah bentuk isyarat dari penjual dan pembeli yg melakukan transaksi tanpa paksaan.

Nah kira² sudahkah kita perhatikan sikap kita yg biasa berbelanja dalam bertransaksi..?

Sudah ikhlaskah penjual melepas barang dagangan nya..? 👀🤭

Jangan sampai tidak ikhlas nya penjual melepas barang dagangan nya menjadikan barang yg kita beli menjadi tidak diridhai karena dilakukan dengan bathil atau memaksa penjual.

 “Hai orang² yg beriman, janganlah kamu memakan harta sesama mu dgn cara yg Bathil, kecuali dgn jalan perniagaan yg berlaku dengan suka sama suka di antara kamu" (QS.An-Nisaa:29)

Uang yg kita dapat halal.
Untuk beli barang yg halal juga.
Jangan sampai rusak karena transaksi nya yg tak diridhai Allah..

Selamat berbelanja Emak-emak shalihah.

Senin, 15 Juni 2020

DAFTAR PONDOK PESANTREN NU

SUDAH TAHUN AJARAN BARU NIH,JANGAN BINGUNG JIKA MAU MONDOK DI PESANTREN

DAFTAR PONDOK PESANTREN NU
yang dimaksud daftar pondok pesantren NU disini adalah hanya sebagian kecil pondok pesantren yang berafiliasi ke organisasi Nahdlatul Ulama,
Adapun jika nama pondok pesantren nya tidak di sebutkan admin mohon maaf atas kekurangan nya
berikut sebagian pondok NU…
                                                                

1. Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga (PPTI Al Falah)

Alamat : Jalan Bima no 02 Ngemplak, Dukuh, Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. untuk sedikit profil bisa dilihat di link PP al Falah , Ponpes enterpreneur dan Pondok Pesantren Mahasiswa di Salatiga

2. PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jateng. Alamat: Jalan Raya Gondanrojo, Kalipan, Sarang, Kec. Rembang, Jawa Tengah

Telepon:(0356) 411976

3. Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (PP.MIS) Sarang Rembang

4. PP MUS, Sarang, Rembang. Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah (MUS) Alamat: Jl. Pantura Raya (Daendles-Sarang) Rt. 03 Rw. 01 Sarang, Karangmangu, Kec. Rembang, Jawa Tengah

Telepon:0852-2656-596

5. PONDOK PESANTREN ABUYA DIMYATHI (ALM) KP.CIDAHU KEC.CADASARI KAB.PANDEGLANG -BANTEN

6. Pesantren Putri Salafiyah, Jl. Mujaer, Kauman, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur

7. Ponpes Sidogiri, Desa Sidogiri, Kec. Kraton, Jawa Timur
Telepon:(0343) 410444

8. Ponpes Langitan, Jl. Raya Widang Km. 30, Babat, Kec. Tuban, Jawa Timur

9. Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) Ponpes Lirboyo, Jl. KH. Abdul Karim RT. 02 / RW. 01, Lirboyo, Mojoroto, Jawa Timur

10. PP Al Falah Ponpes Ploso, Kediri JL. Raya KediriKm.15
(0354) 479033

11. PP Al Munawwir (Pesantren Krapyak), Jl. KH. Ali Maksum Tromol Pos 5, Dusun Krapyak, Desa Panggungharjo, Sewon, Kec. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

12. Pesantren Al-Khoirot Malang, Jatim

13. Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim
Alamat : Jl. Kyai Haji Jl. KH. Zaini Mun'im, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

14. Pesantren Bata-bata Pamekasan, Madura

15. Pesantren Salafiyah Sukorejo, Situbondo
Alamat : Sukorejo, Sumberejo, Kec. Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68374

16. Pesantren Buntet, Cirebon

17. Pesantren Purba, Sumatera Utara

18. Pesantren Al-Khairaat, Sulawesi.

19. Pesantren Miftahul falah sumber Sari, Lampung timur
Alamat : Jl. Abdul Latif No. 4 Sumbersari
Kec. Mataram Baru Kab. Lampung Timur Prov. Lampung,Indonesia-34199
Telp. 0823-7377-7378

20. Pesantren Darussalam braja dewa, Lampung timur
Alamat : Braja Dewa, Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Lampung 34199

21. Pesantren Darussalam,blokagung, Banyuwangi
Alamat : Jl. PP Daru2ssalam Blokagung, Kaligesing, Karangmulyo, Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68491

Sumber: pontren.com

Minggu, 14 Juni 2020

Curhatan Seorang Istri Kepada Mbah Mun

Mugi iso dadi pepeling
Urip utama ora kur dunia

SANG SUAMI DAN KERIDHOANNYA
Oleh KH Maimun Zubair.

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya....

Ibu.: Mbah Mun, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja...
Kyai. : Emangnya kenapa bu?

Ibu. : Ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.

Kyai.: Oooh gitu, cuma itu aja?

Ibu.: Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.

Kyai.: Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu?

Ibu.: Boleh Mbah Mun.

Kyai.: Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik...
Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.

Ibu.: Mmm... trus apa hubungannya sama suami saya?

Kyai.: Ya... ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai.

Ibu.: Saya ga berharap lebih koq Mbah Mun. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.

Kyai.: Iya... itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar.

Ibu.: Mmmmm... emang apa fungsi primernya seorang suami?

Kyai.: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka... semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu. 
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. 
Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami. 
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “Ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2... yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.

Ibu.: koq bisa lebih mulia dari anak yatim?

kyai.: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu. 
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.

Ibu.: Tapi... kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?

Kyai.: Ya gpp juga... tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara... Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim” (66:11)

Ibu.: Ya Allah... Mbah Mun ... trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?

Kyai.: Ibu mau ikuti saran dari saya?

Ibu.: Apa itu Mbah Mun..?

Kyai.: Lakukan ini selama 7 hari saja... setiap malam, Tanyakan ke suami, “Abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%... jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun... sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “iya, aku ridho sama kamu 100%” nah silahkan tidur....
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.

Ibu.: Baik Mbah Mun

Kyai.: Smg Allah memuliakan ibu dan suami ibu.
Ibu.: Aaaamiin ya Rabb... trmksh Mbah Mun...
*****
SELANG 5 HARI BERLALU, IBU ITU DATANG KEMBALI MENGHADAP KYAI

Ibu.: Mbah Mun.... ya Allah... trmksh banyak... saya ga tahu mau ngomong apa sama Mbah Mun... trmksh sudah merubah hidup saya... hanya Allah yang bisa memuliakan Mbah Mun dan keluarga...

Kyai.: Alhamdulillah... gimana, saran saya, sdh dijalankan?

Iby.: Iya Mbah Mun... dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan... walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia Mbah Mun, dia mau bantuin saya nganter ke mana2.... ya Allah... enak banget Mbah Mun...

Kyai.: Alhamdulillah...

Ibu.: Saya mau terus lakukan saran Mbah Mun, ga cuma 7 hari..., tapi mau saya lakukan selama2nya boleh Mbah Mun...?

Kyai.: Buoleh banget... lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan Husnul Khotimah...

Ibu.: Huhuhu... makasiiiiih Mbah Mun...

Kyai.: Sama2

Copas & bagikan

Catatan:
KH. Maimun Zubair
(yg sering dipanggil Mbah Mun)

Mudah mudahan manfaat ayo kita share 
Indahnya berbagi

Minggu, 07 Juni 2020

Nafsu atau jiwa ada tiga

Nafsu mutmainnah

yakni nafsu yang tenang, dia lebih senang dan tenang dengan kebaikan.

Nafsu lawwamah

yakni nafsu yang berontak atas tindakan hati yang sering mengikuti ajakan syeitan, dia sering mencaci dirinya sendiri yang sering kalah dengan ajakan syetan, tapi sudah ada baiknya.

Nafsu ammaarah 

yakni nafsu atau jiwa yang senang dan tenang pada kejelekan, bahkan dia sering merasa baik dengan kejelekanya.

Nafsu atau jiwa itu yang menjadi pertarungan antara bisikan malaikat dengan bisikan syetan.

Apabila dia memilih mengikuti bisikan malaikat, maka dia akan terangkat pada maqom muqorobiin, di dunia dia tentram damai dan mulya, di ahirat dia mulya di syurga bersama para malaikat dan muqorobiin.

Tapi apabila dia cendrung memilih bisikan syeitan, maka dia telah menceburkan dirinya pada jurang kehinaan, di dunia dia jarang tenang, hidupnya sering suram dan galau, kekayaan dan jabatanya malah sering menjadi masalah, dan di ahirat dia akan berkumpul dengan syeitan di neraka Allah bersama kaafiriin dan munaafikiin...

Maka akal yang menjadi sumber ilmu harus betul betul bersih dan selalu selektif dalam memilih setiap bisikan yang datang setiap detik.

Mudah mudahan kita di dalam semua gerak dan diam kita,profesi kita, bahkan ibadah kita, selalu berada pada sirotol mustaqiim dengan hidayah Allah dan nur baginda nabi muhammad SAW.


Oleh Ali mustofa

Di kutip dari kalam Hujjatul islam Alghozali

Sabtu, 30 Mei 2020

MENGAPA TIAP MERAYAKAN IDUL FITRI ADA KETUPAT ?

Begitu luhurnya budaya Jawa..

SEJARAH KETUPAT

Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. 

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat.

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat.

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat.

1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

Lebaran.
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. 

Luberan.
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

*Leburan.*
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan.
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET

KUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur? 
Janur, diambil dari bahasa Arab "Ja'a nur" (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur). 

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Dan... acara Lebaran dengan ketupat dan dengan bersalaman dan saling memohon maaf hanya ada di Indonesia. Tradisi itu dicipta dan tercipta di tanah Jawa, bukan tradisi Arab yg dibawa ke Indonesia. Jangan salah!!!

Jadi, begitu indah tradisi kita. Jangan sampai tradisi dan warisan budaya yg adiluhung itu hilang karena kitidaktahuan dan kesombongan kita...

Selasa, 19 Mei 2020

MALAM KE - 27 RAMADHAN ADALAH TERCIPTANYA RATIBUL HADDÂD

Ratibul Haddad diambil dari nama penyusunnya yaitu Sayyidina Al-Imam Al-Quthb Al-Ghauts Habib Abdullah Bin ‘Alawi Al-Haddad RA, Seorang Imam Mujaddid (Pembaharu Islam). 

Ratibul Haddad dengan Izin Allah Swt, disusun pada  27 Ramadhan 1071 H atau 26 Mei 1661 M.

Ratib ini disusun untuk memenuhi permintaan dari salah seorang murid beliau, iaitu ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah agar penduduk kampungnya memiliki wirid dan zikir yang tersusun.

Permintaan penyusunan Ratib ini pula bertujuan agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu.

Pertama kalinya Ratib ini dibaca di kampung ‘Amir sendiri, yaitu di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Setelah itu Ratib ini dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim pada tahun 1072 Hijriah bertepatan dengan tahun 1661 Masihi.

Biasaannya Ratib ini dibaca berjemaah bersama doa dan solat sunnat setelah solat Isya’. Pada bulan Ramadhan Ratib dibaca sebelum solat Isya’ untuk menghindari kesempitan waktu menunaikan solat Tarawih.

 Alhamdulillah, melalui perantara pengamalan Ratib Al-Haddad tersebut, dengan izin Allah kawasan-kawasan di mana Ratib itu diamalkan, dapat terhindar dari ancaman ajaran sesat.

Apabila Imam Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib pun dibaca di Makkah dan Madinah. Ratib dibaca setiap malam di Bab As-Safa di Makkah dan Bab al-Rahmah di Madinah. 

Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi pernah menyatakan bahawa barangsiapa yang membaca Ratib Al-Haddad dengan penuh keyakinan dan iman dengan terus membaca “La ilaha illallah” 1000 kali (pada umumnya dibaca 50-100 kali), Insya Allah orang yang istiqomah mengamalkannya akan mendapatkan pengalaman yang di luar dugaan dan tak pernah dibayangkannya. 

Mudah-mudahan orang yang istiqomah mengamalkan Ratib ini diselamatkan Allah Swt dari pada kesulitan, kesusahan, kesempitan hidup, dijauhkan dari penyakit lahir dan batin, dilindungi dari gangguan jin dan manusia.

Amin ya Rabb

Jumat, 15 Mei 2020

Zakat Mal Atau Zakat Harta

Assalamualaikum wrwb.. 

Kami mengucapkan :

⭐Selamat Menunaikan ibadah Puasa Romadon1441 H / 2020 M

Semoga amal ibadah kita mendapat ridho Allah SWT,
dan menjadi amal yang makbulan.....aamiin ya Robbal 'alamiin 

*Musholla Apung Riyadlus  Sholihin*  menerima penyaluran 

*Sodaqoh*
*Zakat Mal* 
dan 
*Zakat Fitroh*

BCA : 37 90 23 28 35
a/n : Mokh Sodiq

Setelah Tranfer mohon konfirmasi kirim bukti transfer ke WA : +6281217493655

dng format :

Nama,Alamat,Nominal, Jenis, 

Contoh :

Ahmad, Jakarta, 500.000,Zakat Mal


iG : https://instagram.com/mushollariyash

Selasa, 21 April 2020

Berbagai Khasiat Hebat dari Wirid Ratib Al-Haddad


Wirid Ratib Al-Haddad adalah kumpulan dzikir harian yang disusun oleh Habib Abdullah Al-Haddad. Beliau adalah salah satu ulama besar di abad 12 H. Beliau dilahirkan di salah sebuah kampung di kota Tarim, Yaman pada malam ke-5 bulan Safar, tahun 1044 Hijrah.



Tidak ada wali Allah yang meninggalkan dunia ini tanpa mewarisi sesuatu yang bermanfaat bagi umat Rasulullah Saw. Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad telah mewarisi sebuah wirid yang dinamakan Ratib Al-Haddad. Beliau telah meningalkan sebuah senjata dan perisai ampuh untuk melawan kerusakan-kerusakan yang disebabkan gangguan jin dan manusia. Ratib Al-Haddad yang dibaca selepas sholat maghrib mampu mengamankan diri, keluarga, dan harta-benda orang yang membacanya. Segala macam jenis sihir, teluh, dan gangguan setan akan dilumpuhkan dan berbalik mengenai orang yang mengirimnya dengan izin Allah.

Ratib Al-Haddad berisi potongan surat-surat Alqur'an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Saw di dalam Hadist Shahihnya. Berikut adalah keutamaan masing-masing isi dari Ratib Al-Haddad yang perlu kawan ketahui :

1. Keutamaan Surat Al-FatihahSurah Al Fatihah memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya:
a. Fatihah menyamai pahala 2/3 Al-Qur’an.
b. Fatihah dan ayat kursi tidak dibaca oleh seorang hamba dalam satu rumah lalu pada hari itu dia terkena gangguan kekuatan mata manusia atau jin.
c. Barangsiapa yang membaca Fatihah dan Kursi, Allah haramkan jasadnya atas api neraka.
d. Siapa ingin agar Allah menyelamatkan dirinya dari penjaga neraka yang jumlahnya 19 hendaknya dia membaca basmallah.
e. Barang siapa yang membaca basmalah maka dicatat untuknya dalam setiap huruf 4000 kebaikan, dan dihapus darinya 4000 kejahatan, dan diangkat 4000 derajat.
f. Barang siapa membaca basmalah bersambung dengan Fatihah sekali maka Aku berikan ampunan padanya, Aku terima amal baiknya, Aku lebur dosa-dosanya, tidak akan Kubakar lidahnya dengan api, Aku berikan perlindungan dari siksa kubur, panik dan siksa hari kiamat (Hadist Qudsi).

2. Keutamaan Ayat KursiAyat Kursi biasanya hanya digunakan oleh masyarakat awam untuk mengusir syetan, jin, dsb. Sebenarnya ada beberapa manfaat dari ayat kursi ini, diantaranya:
a. Ayat kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an.
b. Ayat kursi menjaga dirimu, keturunanmu dan menjaga rumahmu.
c. Bacaan ayat kursi pagi dan sore memberikan penjagaan dari jin dan syetan.
d. Bacaan ayat kursi sebelum tidur mengundang malaikat penjaga.
e. Bacaan ayat kursi sebelum tidur menjauhkan diri kita dari syetan sampai pagi.
f. Bacaan ayat kursi sekali menyamai pahala bacaan ¼ Al-Qur’an.
g. Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu maka tiada pemisah antara dirinya dan surga kecuali mati.
h. Barang siapa membaca ayat kursi apabila hendak tidur, maka Allah berikan keamanan atas dirinya, tetangganya yang dekat dan yang jauh dan rumah-rumah sekitarnya.


3. Keutamaan Akhir Surat Al-Baqarah (Amanarrasuul…..)
a. Allah tutup surat Al-Baqarah dengan dua ayat yang Allah berikan padaku dari simpanan kekayaan-Nya yang dibawah Arsy. (Hadist)
b. Kedua ayat ini memasukan orang yang membacanya ke dalam surga.
c. Kedua ayat ini akan menjadikan Allah ridho pada orang yang membacanya.
d. Kedua ayat ini adalah satu Al-Qur’an.
e. Kedua ayat ini menyembuhkan (penyakit).
f. Kedua ayat ini di cintai Allah.

4. Keutamaan Surat Al-Ikhlash
a. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash maka Allah haramkan daging orang tersebut atas api neraka.
b. Barang siapa tekun (istiqomah) atas bacaan Al-Ikhlash dan ayat kursi pada malam dan siang hari maka dia mendapat keridhoan Allah yang paling besar, dan ia akan bersama dengan para nabi dan dijaga dari godaan syetan.
c. Barang siapa masuk kedalam rumahnya lalu ia membaca surat Al-Ikhlash maka baginya pahala seperti orang yang membaca 1/3 Al-Qur’an. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash dua kali maka baginya seperti pahala orang yang membaca 2/3 Al-Qur’an. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlas tiga kali maka baginya seperti pahala orang yang membaca Al-Qur’an seluruhnya.
d. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash sekali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya, siapa yang membaca dua kali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya dan keluarganya, dan barang siapa membacanya tiga kali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya, keluarga dan tetangganya.
e. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash ketika sakit yang menjadikannya mati maka dia akan selamat dari fitnah kuburnya, dia akan selamat dari himpitan kubur, dan para malaikat akan menggotongnya dengan sayap mereka sampai melewati jembatan shirotol mustaqim menuju surga.
f. Rasulullah SAW mendengar seorang sahabat membaca surat Al-Ikhlash hinga tuntas lalu beliau bersabda : Dia layak (Berhak) masuk surga.
g. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash seratus ribu kali maka dia telah menebus dirinya dari Allah, lalu terdengar panggilan dari sisi Allah dilangit dan bumi bahwa si fulan adalah tamu Allah, siapa yang punya hak kewajiban pada dirinya hendaknya mengambil langsung dari Allah.

5. Keutamaan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq & An-Naas)
a. Paling baiknya bacaan guna memohon perlindungan.
b. Dari beberapa surat Al-Qur’an yang paling dicintai Allah.
c. Untuk menjinakan binatang yang liar.
d. Barang siapa ingin tergolong orang-orang baik dan selamat dari kejahatan manusia
e. hendaknya membaca setiap terbit matahari surat An-Naas hingga selesai.

6. Khasiat Dzikir Pertama
Laa ilaaha ilallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (3x)
“Tiada Tuhan yang sebenarnya berhak diibadahi, kecuali hanya Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kerajaan ini dan memiliki segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dialah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu.” 3x

a. Barang siapa membacanya maka baginya pahala sebesar pahala orang yang memerdekakan seorang budak dari keturunan Ismail as, ditulis baginya sepuluh amal kebaikan, dihapus darinya sepuluh dosa, diangkat sepuluh derajat dan dijaga dari godaan syetan sampai sore.
b. Dan jika membacanya pada waktu sore maka baginya pahala yang sama hingga pagi hari (Hadits).
c. Sebaik-baik bacaan yang dibaca Rasulullah SAW dan para nabi (Hadits).
d. Tidak ada satu amalanpun mampu mengalahkannya.
e. Tidak tersisa dengannya dosa. Allah memandang pada orang yang membacanya dengan pandangan rahmat dan barang siapa mendapatkan pandangan rahmat maka dia tidak akan terkena siksa (Hadits).


7. Khasiat Dzikir Kedua
Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar (3x)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” 3x

a) Dalam Al-Qur’an bacaan ini disebut “ AL-BAQIYATUS SHOLIHAT” sedang pahalanya amat sangat besar.
b) Rasulullah menamakan bacaan ini dengan “RIYADHUL JANAH” artinya kebun surga.
c) Rasullah mencintai bacaan ini lebih dari segala apa yang terkena sinar matahari.
d) Bacaan ini mengugurkan dosa hamba seperti gugurnya daun-daun dari atas pohon.
e) Bacaan ini adalah bacaan yang paling dicintai Allah.
f) Bacaan ini adalah tanaman surga.
g) Bacaan ini merupakan penyebab seorang hamba untuk mendapatkan surga.
h) Bacaan ini tergolong bacaan yang paling utama.
i) Pahala bacaan ini menyamai pahala orang yang memerdekakan seratus orang yang sedekah dengan kuda berkendali, berpelana di jalan Allah, juga menyamai pahala sedekah seratus onta.
j) Bacaan ini adalah benteng pemisah antara hamba dari api neraka.
k) Berat timbangan bacaan ini melebihi berat timbangan langit dan bumi.
l) Bacaan ini bisa mengganti kedudukan Al-Qur’an bagi orang yang tidak mampu membaca Al Qur’an.
m) Barang siapa membaca bacaan ini maka ditulis baginya dalam setiap huruf sepuluh amal kebaikan (Hadits).
n) Bacaan ini adalah bacaan yang dibaca bangsa jin ketika mengangkat benda-benda berat.
o) Bacaan ini juga bacaan yang dibaca Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as ketika membangun Ka’bah, apabila mereka mebacanya terangkatlah batu-batu besar itu dengan sendirinya.

8. Khasiat Dzikir ketiga
Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” 3x

a) Dua kalimat, ringan di lidah tapi sangat berat di atas timbangan amal (mizan), dan sangat dicintai Allah SWT.
b) Bacaan ini termasuk bacaan (dzikir) yang paling utama
c) Barangsiapa yang membacanya maka ditulis baginya 124.000 kebaikan
d) Bacaan ini lebih dicintai Allah daripada segunung emas yang di-infaqkan ikhlas dijalan Allah.
e) Allah akan melebur dosa-dosa orang yang membacanya sekalipun lebih banyak daripada buih diatas air laut.
f) Bacaan ini adalah doa yang dibaca oleh semua makhlukSebab bacaan ini Allah memberikan rezeki pada seluruh makhluk
g) Bacaan ini jika dibaca : Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim astaghfirullah seratus kali setelah sholat sunnah fajar (qobla/sebelum subuh), maka dunia akan datang kepadamu dengan cara paksa, hingga kamu kewalahan menanggapinya.

9. Khasiat Dzikir keempat
Rabbanaghfirlanaa watub’alainaa innaka antat tawwaabur rahiim (3x)
“Ya Allah ampunilah dosaku dan berikan aku tobat, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang.” 3x
"Barangsiapa yang membacanya, Allah akan menjadikan baginya keterbukaan dari segala yang buntu baginya, jalan keluar dari segala kesempitan, dan akan menganugrahkan rezeki dari arah yang tak diduga-duga" (Hadist).

10. Khasiat Dzikir kelima
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin, Allaahumma shalli ‘alaihi wa sallim (3x)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 3x

a. Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat untukku. (Hadist)
b. Barangsiapa membaca sholawat untukku dari umatku maka akan ditulis baginya sepuluh kebaikan dan dihapus darinya sepuluh dosa. (Hadist)
c. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Kahil : Sesungguhnya barangsiapa membaca sholawat kepadaku setiap hari tiga kali sebab cinta dan rindu kepadaku, maka pantas bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosanya malam itu dan siang harinya. (Hadist)
d. Rasulullah SAW bersabda : sholawat kepadaku menepis kemiskinan dari orang yang membacanya. (Hadist)

Baca Juga : Apa yang Sebaiknya Dilakukan Seorang Muslimah Ketika Jatuh Cinta ?

11. Khasiat Dzikir keenam
A’uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq (3x)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x

a. Barangsiapa membacanya tiga kali maka tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apapun. (Hadist)
b. Barangsiapa membacanya di sore hari, tidak akan membahayakan dirinya sesuatu pun sampai pagi, dan siapa yang membacanya pagi hari maka tidak akan membahayakannya dirinya sampai sore. (Hadist)
c. Barangsiapa menempati suatu tempat lalu membaca bacaan ini, tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apa pun hingga pergi meninggalkan tempat itu. (Hadist)
d. Tergolong dzikir yang dahsyat dan manjur, apabila seseorang menekuninya maka segala urusannya akan lancar dan terpenuhi kebutuhannya.
e. Menjaga jiwa dan raga dari rasa sakit.
f. Barangsiapa membacanya di tengah malam akan menyaksikan hal-hal aneh dan ajaib.
g. Melumpuhkan dan menaklukan musuh.

12. Khasiat Dzikir ketujuh
Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)
“(Aku menjalani hidup pada siang atau malam ini) Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

a. Barangsiapa yang membaca bacaan ini setiap pagi dan sore tiga kali, tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apapun (HR.Tirmidzi)
b. Tidak akan terkena bencana yang datang mendadak dan tidak akan terkena stroke (HR.Abu Dawud)
c. Penawar racun dan segala yang mematikan
d. Keselamatan dari musuh dan kekejamannya.
e. Penjagaan bagi rumah dan isinya dari pencuri dan orang jahat

13. Khasiat Dzikir kedelapan
Radhiitu billaahi rabba wa bil islaami diina wa bi Sayyidina Muhammadin Shalallaahu ‘Alaihi Wasalaam nabiyyan wa rasuula (3x)
“Kami rela Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan RasulMU” 3x

a. Diriwayatkan dari sahabat Tsauban : barangsipa membacanya maka dia berhak masuk surga. (hadist)
b. Dari Abu Said Al-Khudry meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : Barangsiapa ridho menjadikan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai nabinya maka ia berhak masuk surga. (Hadist)

14. Khasiat Dzikir kesembilan
Bismillaahi walhamdulillaahi wal khairu wasy-syarru bimasyii-atillaah (3x)
“Dengan nama Allah dan segala punji hanya tertentu bagi Allah dan segala kebajikan dan kejahatan, ketentuan Allah” 3x

a. Barangsiapa yang membacanya tidak akan tersisa dari dosa-dosanya sedikitpun (Hadist).
b. Tidak ada seorang hamba yang membacanya, kecuali mencairlah syetan seperti mencairnya timah diatas bara api. (Hadist)
c. Apabila seorang membacanya, dicatat untuknya pahala ibadah tujuh ratus tahun. (Hadist)
d. Barangsiapa ingin selamat oleh Allah dirinya dari malaikat Zabaniyah yang sembilan belas (penjaga neraka) maka hendaknya dia membaca basmalah (Hadist)

15. Khasiat Dzikir kesepuluh
Aamannaa billaahi wal yaumil aakhiri tubnaa ilallaah baathinaw wa zhaahiran (3x)
“Kami (menyatakan) beriman kepada Allah dan hari akhir, dan kami bertobat kepada Allah lahir maupun batin” 3x
a. Rasulullah SAW bersabda : Ucapkanlah lalu istiqomahlah
b. Barangsiapa merasakan was-was maka hendaklah dia membacanya. (Hadist)

16. Khasiat Dzikir kesebelas
Yaa rabbanaa wa’fu ‘annaa wamhul ladziy kaana minnaa (3x)
“Ya Tuhan kami, berilah kami maaf dan hapuskanlah apa – apa yang ada pada kami (dosa – dosa)”
a. Allah tidak akan diminta sesuatu yang lebih Dia cintai daripada diminta Afiah (keselamatan) di dunia dan di akhirat. (Hadist)
b. Memohon afiah tergolong doa yang paling utama dan padat maknanya.

17. Khasiat Dzikir keduabelas
Yaa dzal jalaali wal ikraam, amitnaa ‘alaa diinil Islaam (7x)
“Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam lingkungan agama Islam” 7x
a. Tekuni dan perbanyaklah bacaan tersebut diatas. (Hadist)
b. Rasulullah SAW mendengar seseorang membaca bacaan tersebut, maka beliau bersabda : kamu telah dikabulkan maka mintalah. (Hadist)

18. Khasiat Dzikir ketiga belas
Yaa qawiyyu yaa matiinu ikhfi syarrazh zhaalimiin (3x)
“Ya Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang – orang zhalim” 3x
a. Aman dan selamat dari gangguan orang-orang jahat dan dholim, perbuatan jahat manusia.
b. Aman dan selamat dari gangguan bahaya binatang buas dan berbisa, kedengkian musuh, dari setiap marabahaya.
c. Aman dan selamat dari murka Allah serta hukuman-Nya.
d. Aman dan selamat dari apa saja yang membahayakan diri kita, membahayakan Islam dan kaum muslimin.

19. Khasiat Dzikir keempat belas
Ash lahalllaahu umuural muslimiin sharafallaahu syarral mu’dziin (3x)
“Semoga Allah memperbaiki semua urusan kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang – orang yang suka mengganggu” 3x
a. Membawa maslahat (manfaat yang sempurna) dan kebaikan segala urusan umat Islam
b. Apabila maslahat telah didapat oleh seseorang, maka seluruh cita-cita dan keinginan dunia akhirat akan didapat.
c. Mendapat ampunan Allah SWT menyeluruh bagi dirinya, keluarga maupun kaum muslimin.
d. Menjadi sebab ia, yang membacanya, di cintai dan dikasihi oleh Allah SWT.
e. Termasuk obat penyakit hati (dengki, iri hati, ghibah dsb)
f. Mendapat bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan yang lurus.


20. Khasiat Dzikir kelima belas
Yaa ‘aliyyu yaa kabiiru yaa ‘aliimu yaa qadiiru yaa samii’u yaa bashiiru yaa lathiifu yaa khabiir (3x)
“Ya Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Besar, Maha Mendengar lagi Melihat, Maha Lemah Lembut lagi Maha Mengamati” 3x

a. Setiap nama-nama Allah akan mengantarkan kita kesatu derajat/martabat dari sekian banyak martabat di sisi Allah.
b. Rahasia dzikir Asma’ul Allah yang tak ternilai besarnya dan tak dapat diketahui bagaimana hakekat kemuliaan yang sebenarnya.

21. Khasiat Dzikir keenam belas
Yaa faarijal ham, yaa kaasyifal gham yaa mal li’abdihii yaghfir wa yarham (3x)
“Wahai Tuhan yang melegakan dari duka cita, lagi melapangkan dada dari duka cita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang suka mengampuni dan menyayangi hamba – hambaNya.” 3x

a. Diriwayatkan dari Ummil Mu’minin Aisyah ra. : Ayahku (Abu Bakar Shidiq .ra) berkata kepadaku : maukah engkau aku ajari doa yang diajarkan Rasul kepadaku dan diajarkan nabi Isa as. Pada kaum Hawary. Seandainya engkau mempunyai hutang sebanyak gunung uhud niscaya Allah akan melunasinya ? aku menjawab : tentu aku mau, beliau berkata : bacalah dzikir ini (sebagaimana tersebut diatas)
b. Agar Allah SWT menghapuskan kesedihannya.
c. Agar Allah SWT melepaskan dari kesusahannya.
d. Agar Allah SWT mengampuni kesalahannya dan dikasihani-Nya

22. Khasiat Dzikir ketujuh belas
Astaghfirullaaha rabbal baraayaa, astaghfirullaaha minal khathaaya (4x)
“Aku mohon ampunan Allah Tuhan pencipta sekalian makhluk, aku mohon ampunan Allah dari kesalahan” 4x

a. Maukah kalian aku beritahu tentang penyakit dan obat penyakit kalian? Ingatlah, sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa, dan obatnya adalah istighfar. (hadist)
b. Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan berikan untuknya ketenangan dari rasa bingung, jalan keluar dari segala kesempitan dan Allah akan memberikan rezekinya dari arah yang tidak terduga. (hadist)
c. Barangsiapa baca istighfar, tertanam untuknya satu tanaman di surga. (hadist)
d. Imam Ali Al-Khawwash berkata: Sesungguhnya istighfar itu memadamkan amarah Allah SWT dan tiada yang lebih manjur bagi orang yang diberhentikan dari kerjanya atau dipenjara atau hutangnya lebih dari istighfar

23. Khasiat Dzikir kedelapan belas
Laa ilaaha illallaah (25/50/100 x)
“Tiada yang wajib disembah selain Allah”

a. Ibnu Abbas ra. meriwayatkan : diatas pitu surga tertulis Laa ilaaha illallaah Muhammad rasulullaah tidak aku siksa orang yang membacanya
b. Ibnu Abbas .ra juga meriwayatkan : sehari semalam adal 24 jam, dan kalimat Laa ilaaha illallaah Muhammad rasulullaah itu ada 24 huruf. Barangsiapa yang membacanya maka akan melebur setiap satu huruf, dosa dalam satu jam, maka tidak akan tersisa satu dosa pun apabila seseorang membacanya setiap hari atau setiap malam
c. Barangsiapa yang akhir ucapannya ketika akan mati Laa ilaaha illallaah, maka dia akan masuk surga.
d. Barangsiapa membaca Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari hatinya dan memanjangkan bacaan sebab mengagungkannya, diampuni baginya 4000 dosa dari dosa besar. Sahabat bertanya : jika dia tidak punya dosa sebanyak itu?, Rasul SAW menjawab: Diampuni untuknya dari dosa orang tua, keluarga dan tetangganya. (al-hadist)
Khasiat Umum Wirid Ratib Al-Haddad


Habib Abdullah Al-Hadad mengatakan :
a. Barangsiapa menekuni bacaan ratib ini, Allah akan memberikannya meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
b. Ratib yang kami susun akan menjaga kota selama ratib tersebut dibaca.
c. Ratib kami ibarat pagar besi mengelilingi seluruh kota yang dibaca didalamnya ratib.
d. Dapat memperkuat dan menyelamatkan akidah atau keimanan seorang muslim dari berbagai macam aliran sesat.

Jumat, 17 April 2020

Apakah Niat perNikahan Yang Disukai Oleh Rosulullah SAW ?

NIAT PERNIKAHAN⁣
Coba perhatikan di foto ini. sebenarnya Habib Hanif Al-Attas baru menyeka air matanya dengan tisu, beliau mengharu biru dengan ucapan Habib Sholeh Al Aydrus,⁣
saya bertanya : "Habib  kenapa Antum menangis"⁣
ane menangis, karena Habib Soleh Al idrus bisikkan ke ana " ya Hanif, para salaf soleh memiliki banyak Niat baik dalam menjalankan pernikahan tapi semua niat baik itu terkumpul dalam satu Niat, apakah Niat Tersebut ? ⁣
" aku berniat Menikah untuk Menggembirakan hati Rosulullah saw" ⁣
niatkanlah pernikahanmu ini utk menggembirakan hati Rosulullah saw⁣
Seketika itu air mata ana keluar, menangis tersedu2⁣
begitulah penjelasan Habib Hanif, kita bisa lihat seksama, di balik senyum Habib Hanif ada bekas air mata terharu dan tersentuh dengan nasehat Habib Sholeh bin Ahmad Al AYdrus.⁣
Semoga Guru Kami, Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus, segera diberikan kesehatan dan kesembuhan.⁣
@habibsholehbinahmadalaydrus ⁣
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ⁣

Senin, 13 April 2020

Doa setelah sholat dhuha



  
اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ
 
وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ

  قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ

 رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى

  اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ

 كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا

  فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ

 وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL
JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL
'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA
INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU,
WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI
DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII
MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu,
kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)

*1. Waktu yang Sangat Penting*
“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila
menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).

Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur'an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat.

Di satu tempat (QS Thaha [20]:59; AI-'Araf [7]:98; An-Nazi'at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai "pagi hari" atau sebagai "panas sinar matahari" di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]). Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan "sinar matahari di pagi hari" (QS
As-Syams [91]:1).

Pada tempat lain (QS An-Nazi'at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai Siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.

Pada pembukaan surah AdDhuha, Allah berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam
Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.

*2. Wasiat Khusus dari Rasulullah*
“Shalat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang
tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)

Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan shalat Dhuha!

*3. Shalat Dhuha Bernilai Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia*
 “Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh
tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai
Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan
(bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap
tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah)
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).
 
*4. Ghanimah (keuntungan) yang besar*
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.

Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!”

Rasul SAW berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat
kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)

*5. Dibangunkan Sebuah rumah di surga*
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan
empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

Nabi Muhammad saw bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.

*6. Shalat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari*
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari
awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam,
janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

*7. Pahala Umrah*
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

*8. Ampunan Dosa*
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

DOA KEUTAMAAN DHUHA
Yang pertama adalah manfaat kesehatan, shalat Dhuha sangat tidak hanya  bermanfaat hanya untuk spiritual tetapi juga untuk kesehatan. Mengapa itu terjadi? Hal ini karena dalam shalat Dhuha ada beberapa gerakan yang harus dilakukan, sehingga shalat Dhuha juga dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan sepanjang tahun.

Minggu, 12 April 2020

Pondok Romadon Di Musholla Apung Riyadlus Sholihin

Bulan Ramadhan adalah waktunya untuk kita panen mencari pahala dan keberkahan dari Allah SAW. Jadi, kita harus rajin melakukan amal-amal yang baik seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an,dan tolabul ilmi.


Pada bulan Romadon ini Musholla Apung Riyadlus Sholihin dengan segala keterbatasan tempat tetap semangat  mengadakan pondok romadon atau SANLAT (pesantren kilat) yang akan di adakan pada :





Waktu     :   4 – 20 Romadon 1441/ 27 April – 17 Mei 2020

Tempat    : Musholla Apung Riyadlus Sholihin Wringin Cilik desa Pulo kec.Tempeh kab. Lumajang

Materi     :   1.Alqur an (metode tilawaty + tajwid)

                     2. Aqidah Tauhid (Aqidatul awam)

                     3.Fiqih (Sullam Taufiq)

                     4.Akhlaq

Pemateri  :  Ust. Abu Abdillah (dr Bandung)

Pendaftaran paling lambat tanggal 24 April 2020

 Karena keterbatasan tempat peserta dibatasi hanya10 orang tiap kelas

 Peserta mendapatkan Paket materi

 Infaq : 50 k



 CP  WA : 081217493655

Sabtu, 11 April 2020

KISAH WALIYAH (wali dari perempuan) DI HADRAMUT

    Syeikhoh Sulthonah Binti 'Ali Az Zabidi (Rabi'ah Adawiyyah nya Hadramaut)

Diceritakan oleh Shohibul Maulid yaitu Habib Ali Al Habsyi, bahwa Yaman terdapat seorang wali agung perempuan yang bernama Syeikhoh Sulthonah, gelar beliau adalah "Rabi'atul Adawiyyah Yaman Hadramaut"

Pekerjaan beliau setiap waktunya selalu bersholawat kepada Rasulullah ﷺ. Pada zaman beliau banyak orang titip salam kepada Rasulullah ﷺ melalui beliau, bahkan Rasulullah ﷺ titip menasehati kepada Syeikhoh Sulthonah untuk orang sekitar beliau.

Begitu tingginya maqam kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqom kewalian setiap orang kecuali dua orang yang beliau tidak boleh ketahui yakni Al Imam Al Faqih Al Muqoddam Ats-Tsani Al Habib Abdurrahman Assegaf bin Muhamad Maula Addawilah dan anak beliau Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As-Sakron yang mana Syeikhoh Sulthonah pernah hidup se-zaman dengan dua orang habib ini. Maqom mereka tidak diketahui dan tidak di jangkau oleh Syeikhoh Sulthonah karena begitu tingginya. Demikianlah bagaimana maqom seorang Auliya' Allah SWT yang bertemu seara langsung dengan Baginda Rasulullah ﷺ di alam jaga. Begitu tingginya dan begitu mulianya mereka, apa lagi dengan para sahabat Nabi mereka bertemu secara langsung dengan Rasulullah ﷺ secara nyata.

Sungguh bertemu Rasulullah ﷺ secara jaga melebihi nikmat Surga sekalipun.
SEMOGA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA MEMPERTEMUKAN KITA SEMUA DENGAN JUNJUNGAN NABI BESAR MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALAM BAIK DALAM KEADAAN TERJAGA MAUPUN DALAM KEADAAN MIMPI...AMIN

Senin, 06 April 2020

Tata Cara Membaca Doa Malam Nisfu Sya'ban

MALAM NISFU SYA'BAN
Jatuh Pada Hari : Rabu Malam Kamis (ba'da Maghrib), 
Tanggal : 08 April 2020.

Malam ke 15 bulan Sya'ban.

Dianjurkan Membaca Surah Yasin ( 3x )

Surah Yasin ke 1:

"Dibaca untuk memohon panjang umur dan ketaatan serta ketaqwaan dan dapat istiqamah kepada Allah Ta'ala".

Surah Yasin ke 2:
"Dibaca untuk memohon diluaskan rezeqi yang halal & menolak bala".

Surah Yasin ke 3:

"Dibaca untuk memohon ditetapkannya Iman Islam hingga akhir hayat".

Bisa Juga Membaca :

√ Ratib Haddad 
√ Astaghfirullahal 'Adzim ( 100x )
√ Tahmid & Takbir ( 100 x )
√ Shalawat Nabi ( 100x ). 

     Berdo'alah secara khusyu'... Meminta apa yang tersirat dalam hati. Karena malam nisfu Sya'ban adalah malam yang sangat diijabah untuk dikabulkan semua doa" & hajat" yang diinginkan.
  Para Ulama menyatakan bahwa Malam nisfu Sya'ban juga dinamakan malam pengampunan atau malam Maghfirah .

   Imam Al Gozhali RA. mengistilahkan malam nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan Syafaat ( pertolongan ) menurut Beliau.

  Malam ke 13 bulan Sya'ban Allah Ta'ala memberikan 3 Syafaat kepada hambaNya.
  Malam ke 14, seluruh Syafaat diberikan secara penuh.
  Malam ke 15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun.

Karena pada malam itu Allah Ta'ala menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi terutama kepada hamba"Nya yang Shaleh.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)
Allahumma bariklana fi Sya'ban wa balighna Ramadhan.

#Sumber: Pimpinan Pusat Lembaga Ilmu & Dakwah Shiraathal Mustaqiim Makaasar. 

#Silahkan
#Dishare

Kamis, 02 April 2020

Khutbah Jum'ah di Tengah Krisis Pandemi corona (bahasa sunda)

NGUNGKULAN WABAH PANYAKIT, NGABUTUHKEUN PAMINGPIN ANU TAQWA



KHUTBAH KAHIJI 
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ،
اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى :
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Demi Pangeran anjeun, sakali-kali maranéhna henteu ariman sahingga maranéhna ngajadikeun anjeun (Muhammad) salaku hakim (pamutus perkara) dina sagala masalah anu ku maranéhna dipacéngkadkeun, tuluy maranéhna teu ngarasa sesek dina jero diri maranéhna, jeung maranéhna ogé sumerah diri kalawan sapinuhna, tina naon baé anu ku anjeun diputuskeun". (QS an-Nisa’ [4]: 65). 

Alhamdulillah, urang masih kénéh dipaparin kasempetan ku Alloh SWT ngalaksanakeun ibadah sholat Jum'ah, dina poé anu mulya ieu, nyaéta yaumul jum’ah.  Di tempat anu dimulyakeun ku Alloh, nyaéta masjid.  Sarta sasarengan sareng jalmi-jalmi anu insyaAlloh dimulyakeun ku Alloh SWT nyaéta jalmi-jalmi anu tarakwa.

Sholawat sinareng salam mudah-mudahan Alloh curahkeun ka junjungan alam Nabi Muhammad SAW, manusia anu paling mulya, anu méré conto anu hadé ka sakumna umat manusa kumaha carana ngajalankeun kahirupan di dunya sakumaha pituduh Alloh SWT, Zat Anu Nyiptakeun alam sareng saeusina.
Prak geura tarakwa aranjeun sadaya ka Alloh, di mana baé aranjeun aya sarta keur kumaha baé.  Ogé prak geura taat aranjeun kana paréntah Mantenna sarta geura jauhan sadaya cegahana-Na.  Ngan ukur ku katakwaan anu hakiki, hirup urang bakal karaksa tina sagala marabahaya sarta Alloh pasti bakal nulungan ka urang sadaya.

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 

Di tengah kaayaan pandemi Corona saperti ayeuna, hayu urang terus deukeutkeun diri urang sadayana ka Alloh SWT sarta satékah polah ngalakukeun ikhtiyar supaya wabah ieu henteu keuna diri urang sadaya sarta kulawarga urang sadaya.  Saestuna, ikhtiyar pribadi urang mangrupakeun bagéan tina Sunnah Nabi SAW dina nyegah datangna panyakit.

Leuwih ti kitu, aya ikhtiyar anu leuwih gedé, anu kudu dilakukeun ku nagara.  Hadirna nagara kacida pisan pentingna dina ngungkulan pandemi ieu.  Naha kunaon? Sabab méréskeun wabah Corona ieu, aya pakuat-kaitna jeung pangaturan urusan manusa.  Nyambung jeung kahirupan sosial anu merlukeun andil masyarakat loba.  

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 
Hiji nyawa manusa anu bisa kasalametkeun kacida pisan gedé hargana dina ajaran Islam.  Nyawa manusa moal rék diantepkeun ngalayang kitu baé kusabab wabah panyakit.

Wabah Corona anu mahabu di nagri ieu nyadarkeun ka urang sadaya yén urang téh butuh pisan ku pamingpin nagara anu takwa ka Alloh anu nerapkeun Islam.  Anu salawasna merhatikeun urusan jeung kamaslahatan rahayat.  Anu sieun manéhna éngké dina Poé Kiyamah rahayatna nungtut, ngadakwa di hareupeun Alloh SWT tina kamaslahatan rahayatna anu dimomorekeun. Anu teu merhatikeun kaséhatan masyarakat demi kapentingan kakawasaan atawa harta.  

Pasualanana, naha aya pamingpin saperti kitu dina jaman ayeuna? 

Hadirin jama'aj jum'ah rohimakumulloh, 
Opat welas abad anu katukang, jungjungan urang Nabi SAW, tos méré conto hadé kumaha carana ngungkulan wabah saperti kieu.  Dawuhan Nabi SAW:

«إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا«
“Lamun anjeun ngadéngé wabah di hiji wilayah, mangka ulah anjeun asup ka eta wilayah.  Tapi lamun mahabu éta wabah di tempat anjeun cicing, mangka ulah anjeun ninggalkeun éta tempat”. (HR Bukhori).

Dina hadits anu sanesna, anu diriwayatkeun ti Aisyah rah, Nabi SAW ngadawuh: 

“Tha’un téh mangrupakeun azab anu ku Alloh turunkeun ka saha baé anu ku Mantenna dikersakeun, sarta Alloh ngajadikeun rohmat pikeun jalma-jalma mu'min.  Mangka teu aya saurang hamba ogé anu éta tha’un tumiba ka manéhna, tuluy manéhna cicing di nagrina sarta sabar ngaharep ridho Alloh, manéhna yakin yén moal aya anu bakal tumiba salian ti naon anu tos ku Alloh dituliskeun keur manéhna, anging keur manéhna (saperti) ganjaran syahid”. (HR Bukhori)

Ieu pisan karantina anu munggaran anu dilakukeun ku hiji nagara di dunya. Miheulaan sakabéh nagara.  Jeung hal ieu téh lumangsung di nagara beradab anu pamingpinna nyaéta Nabiyalloh Muhammad SAW.  Alloh SWT ngawahyukeun ka Nabi Muhammad sarta anjeuna nerapkeun Islam supaya jadi conto anu hadé dina ngalarapkeun kawijakan ka rahayat. 

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 
Dina kawijakan Islam, nagara kudu ngawatesan panyakit dina tempatna. Penduduk didaerah éta wabah, teu meunang kaluar tiwilayah kasebut.  Sarta penduduk ti luar wilayah teu meunang asup.  Ieu téh kawajiban syar’i nagara dina ngurus rahayat sarta ngalaksanakeun amanah. 

Teu ngan ukur kitu, nagara ogé kudu ngajamin palayanan kaséhatan mangrupa pangobatan sacara gratis pikeun sakabéh rahayat di wilayah wabah sumebar. Kaasup ngawangun rumah sakit jeung laboratorium pangobatan jeung anu séjénna.  Sarta, nagara wajib ngajamin cukupna kabutuhan dasar rahayat, kaasup dijerona kabutuhan pangan rahayat di wilayah éta wabah.
Sawatara kitu, jalma-jalma anu séhat di luar wilayah anu dikarantina tetep bisa gawé nyiar kifayah sahingga kahirupan sosial jeung ekonomi tetep bisa jalan. Hal ieu téh léngkah-léngkah anu shohih anu bakal dilakukeun ku nagara anu nanjeurkeun sistim Islam.

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh,
Émutkeun kusadayana, wabah ieu téh henteu mung saukur keuna ka jalma-jalma anu dzolim wungkul, tapi ogé keuna ka jalma-jalma anu ariman.  Ieu téh fitnah wabah panyakit anu keur lumangsung kajadian dina wanci kiwari.  Mangka, umat ieu perlu silih tulungan, silih bantu paheuyeuk-heuyeuk leungeun di tengah kaayaan nagri anu dipingpin ku jalma-jalma anu ngan ukur mikirkeun sacara ékonomi sarta nganomer-duakeun kasalametan umat manusa.  
Pamungkas, mudah-mudahan Alloh saénggalna nyingkirkeun wabah korona ti nagri urang ieu.  Ngajadikeun nagri ieu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur anu dipingpin ku pangawasa anu amanah, anu nyaah ka rahayat sarta nerapkeun syari'ah Islam sacara kaffah. Aamin. 
[]

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II



اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

MENGENANG KETEGUHAN AQIDAH KH. BASORI ALWI

Lewat buku DIALOG GENGGONG, antara KH. Basori Alwi & Gus Dur

MUKADIMAH

Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan risalah ini untuk menjernihkan masalah Dialog dengan Gus Dur di Genggong yang membawa salah pemahaman di kalangan pembaca. Sebenarnya kedatangan saya ke Genggong tidak mewakili kubu siapapun, melainkan sebagai pribadi untuk menghadiri walimatul hamli yang diselenggarakan oleh Al Mukarom KH. Mutawakkil Alallah untuk menyambut calon putranya ke lima.
Dalam kesempatan tersebut diadakan dialog dengan Gus Dur. Saya kebetulan punya ganjalan masalah di hati saya berhubung dengan ucapan-ucapan Gus Dur di rapat umum Ampel dan Bangil yang menyatakan bahwa Khomeini adalah Wali terbesar zaman ini, menggunakan kesempatan tersebut untuk menanyakannya. 

Terjadilah dialog sebagaimana yang diungkapkan di dalam risalah ini. Tetapi saya sangat terkejut membaca berita di Jawa Pos tanggal 16 November 1995 sebagaimana yang saya cantumkan fotokopinya di bagian terakhir risalah ini (Silakan membaca… !) yang berjudul “Kubu Pak Ud dan Gus Dur Rangkulan”. Berita ini adalah hasil wawancara KH. Hasyim Muzadi dengan para wartawan yang dilakukan setelah selesai pertemuan dialog tadi. 

Dengan risalah ini, semoga pembaca memahaminya apa yang terjadi sebenarnya

SYIAH MERAJALELA
NU EROSI…. ?

Nahdlatul Ulama adalah Ormas yang berdiri di atas dasar aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah dan mengikuti salah satu dari empat mazhab. 
Pada saat Indonesia menentukan bahwa setiap orpol dan ormas harus berazazkan Pancasila, NU adalah ormas pertama yang menyatakan sebagai organisasi yang berazazkan Pancasila dengan tetap berakidah Ahlisunnah Wal Jamaah dan berhaluan salah satu dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali).

Di dalam Qonun asasi, pendiri NU, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari telah memfatwakan agar NU tidak bermazhab Syiah, karena madzhab ini beliau nyatakan sebagai mazhab ahli bid'ah. 

Setelah Khomeini berhasil dengan revolusinya, menumbangkan kekuasaan Syah Iran, maka ia dirikan lah negara yang ia namakan Negara Islam. Negara ini pada hakekatnya adalah negara Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah Jakfariyah, sesuai dengan konstitusi nya pasal 12 yang berbunyi:

Artinya: Agama resmi Iran adalah Islam serta mazhab Ja’fari Isna Asy'ari. Dan pasal ini tidak bisa diubah untuk selama-lamanya.

Revolusi tersebut pengaruh bergema ke seluruh dunia Islam termasuk Indonesia. Kemudian menyusul dari negara tersebut ekspor kitab-kitab yang mempromosikan Syiah dengan revolusinya yang sukses. Banyak  orang-orang Islam   terutama di kalangan generasi muda  yang sempat tahu apa  Syiah itu sebenarnya? dan apa aqidahnya dan apa perbedaan akidah yang prinsip antara Syiah dan Ahlissunnah Wal Jamaah?

Oleh karena itu banyak yang bersimpati, bahkan tidak sedikit mereka yang bergabung dengan kegiatan-kegiatan Syiah, NU mulai erosi. Dalam pada itu tokoh utama NU sendiri, KH Abdul Rahman Wahid, Ketua Umum PBNU di dalam rapat-rapat umum yang terbuka tidak jarang memuji Khomeini sebagai waliyullah terbesar  abad ini. Al faqir (HM Basori Alwi) sendiri telah mendengar dengan telinga sendiri waktu beliau berceramah di pesantren KH Khoiron-Bangil, Al faqir juga telah membaca tulisan beliau yang diedarkan kalangan yang membela Syiah di pandaan, bahwa beliau menyatakan NU itu adalah Syiah kultural (budaya).

Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas sudah lama al-faqir prihatin dan resah dalam hati, kalau-kalau warga NU ini Ini akhirnya berpindah dari mazhab sunni kepada Syi’i. Padahal menurut pengalaman al-faqir yang meyakini kebenaran Hadits “iftiroqu ummati”  bahwa Syiah sesuai dengan fatwa hadratus Syekh Hasyim Asy'ari di Qanun asasi di atas adalah kelompok sesat ditambah lagi setelah akhir-akhir ini sempat mempelajari kitab-kitab Al Kafi oleh Al-Kulainy, Kasyful Asror oleh Al-Khomeini, Al-Hukumatul Islamiyyah oleh Khomeini, alfaqir menemukan banyak poin-poin ajaran syiah yang diucapkan oleh khomeini mengandung “kufriyyat”(kekufuran). 

Dan atas dasar keterangan-keterangan khomeini tersebut banyak ulama-ulama Timur Tengah seperti: Robithoh Alam Islami, Departemen Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Maghribi (Maroko), Mufti Republik Tunis, Mufti Abdul Aziz Bin Baz (Saudi Arabia), Almuhaddits Nashiruddin (Al-bania) dan ulama-ulama dunia islam lainnya, telah memfatwakan tentang kufurnya alkhomeini. Silakan baca kitab: 

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟ (وجيه المديني).

Mengapa ulama-ulama kaum muslimin mengkafirkan khumeini? oleh Wajih Al Madiniy.

Pada kesempatan “tabayyun” di dalam pertemuan di Genggong pada tanggal 15 Nopember 1995 yang diinformasikan di media pers “Pertemuan Antar Kedua Kubu” (Pak Ud - Gus Dur), yang menurut al-faqir tidak benar, karena al-faqir secara pribadi diundang lewat telepon untuk menghadiri walimatul hamli bagi calon putra KH Hasan Al-Mutawakkil Alallah, Pengasuh Pondok Pesantren Genggong. Sedangkan Pak Ud (KH Yusuf Hasyim) sendiri berhalangan hadir dan saya sendiri tidak merasa mewakili “kubu-kubuan”.

Saya sangat kecewa dan menyesal atas tersiarnya berita di Jawa Pos pada tanggal 16 Nopember 1995 dengan judul “kubu Pak Ud – Gus dur Rangkulan”. Dan potret saya saya bersama sama Gus Dur dan Kyai Badri ditempelkan. Isinya pun tidak sesuai dengan hakikat dialog yang terjadi antara saya dan Gus dur. Saya tidak tahu, yang salah wartawan atau Al Mukarrom KH Hasyim Muzadi dalam memberikan wawancara. Terkesan oleh saya,    seolah-olah ada suatu rekayasa untuk mengangkat seseorang dan menjatuhkan seseorang yang lain. 

Pada kesempatan tersebut saya kemukakan kepada  KH Abdul Rahman Wahid beberapa pertanyaan:

1. Tentang Khomeini yang dipuji Gus Dur sebagai wali terbesar di dunia abad ini.
2. NU dipandang oleh Gus Dur sebagai Syiah kultural.
3. Gus Dur akan meng-indonesiakan Islam sebagaimana dimuat di Jawa Pos (Gegeran Gus Dur - Amien Rais dibukukan di London).

Dan sebelum ketiga pertanyaan itu saya sampaikan, saya bacakan terlebih dahulu tulisan Khomeini di dalam kitabnya Al hukumatul Islamiyyah (Pemerintahan Islam) halaman 52 yang berpasal: wilayah takwiniyah.

فإن للإمام مقاما محمودا ودرجة سامية وخلافة تكوينية تخضع لولايتها وسيطرتها جميع درات هذا الكون . وإن من ضروريات مذهبنا إن لأئمتنا مقاما لا يبغله ملك مقرب , ولا نبي مرسل.

Artinya: Maka sesungguhnya Imam (Imam Ali bin Abi Tholib atau imam-imam lain dari 12 Imam itu) adalah memiliki kedudukan yang terpuji, tingkat yang luhur dan Khilafah “Kun Fayakun”/Jadilah kamu hai benda, maka jadilah benda itu, yang tunduk kepada wilayah dan kekuasaannya seluruh unsur alam ini. Dan termasuk kepastian madzhab kita (Syiah) bahwa Imam-Imam kita (yang dua belas) itu mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh seorang malaikat yang terdekat kepada Tuhan dan tidak pula oleh seorang nabi yang diutus.

Kemudian saya bacakan juga pidato radio oleh khomeini yang dimuat di dalam kitab (Limadza Kaffaro ‘Ulamaul Muslimin Al Khomeini/ Mengapa Ulama Islam mengkafirkan Khomeini ?- halaman 14) yang diantaranya: 

لقد جاء الأنبياء جميعا من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم، لكنهم لم ينجحوا، حتي النبي محمد خاتم الأنبياء الذي جاء لإصلاح البشرية ، وتنفيذ العدالة

Artinya: “Sungguh Nabi-Nabi seluruhnya itu telah datang untuk menegakkan pilar-pilar keadilan di dunia. Akan tetapi mereka tidak sukses, hingga pun Nabi Muhammad sendiri, pamungkas para nabi yang telah datang untuk memperbaiki kemanusiaan, melaksanakan keadilan dan mendidik manusia, itupun tidak sukses dalam hal tersebut. Yang akan menegakkan pilar-pilar keadilan di seluruh pelosok dunia, di semua jajaran kemanusiaan manusia dan akan meluruskan penyimpangan/ penyelewengan agama adalah Al Mahdi yang ditunggu”.

Naskah  selengkapnya nya pidato khomeini sebagaimana dalam kitab tersebut adalah sebagai berikut:

“Maka Imam Mahdi yang diabadikan oleh Allah SWT sebagai simpanan untuk kemanusiaan itu, dialah yang akan bertindak menggelar keadilan di seluruh pelosok dunia dan akan sukses/ berhasil di dalam apa yang tidak berhasil dilaksanakan oleh para Nabi. Sesungguhnya sebab yang oleh karenanya Allah SWT memanjangkan usia Al Mahdi as, yaitu bahwasanya di antara semua manusia ini tidak seorangpun yang mampu melakukan amal (tugas) besar ini, hinggapun Nabi dan datuk-datuk Imam Mahdi as sendiri pun tidak sukses dalam melaksanakan apa yang mereka datang untuknya (tugas yang mereka emban). 

Dan Khomeini berkata pula: “Andaikata Imam Mahdi as telah pulang ke sisi Allah (meninggal dunia) pastilah tidak ada di sana diantara manusia ini, seorang pun yang berhasil menegakkan keadilan dan melaksanakannya di dunia”. 

Maka Imam Mahdi yang ditunggu itu, sungguh telah dikenalkan sebagai simpanan untuk misi seperti ini. Oleh karenanya hari raya kelahirannya -nyawa kita semoga jadi tebusannya- adalah hari raya kaum muslimin yang terbesar dan hari raya putra-putra kemanusiaan yang terbesar, karena dialah yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan sekali lagi keadilan. Oleh karena itu wajiblah kita katakan: “Sesungguhnya hari kelahiran Imam Mahdi as itu adalah hari raya terbesar bagi kemanusiaan seluruhnya”.

Pada saat munculnya nanti maka sesungguhnya dialah akan mengentas kemanusiaan ini dari keruntuhan, akan memberi petunjuk kepada semua orang ke jalan yang lurus dan akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah bumi penuh dengan kecurangan. Sesungguhnya hari kelahiran Imam Mahdi adalah hari raya besar bagi kaum muslimin yang dipandang lebih besar dari hari raya kelahiran Nabi Muhammad dan oleh karena itu wajiblah kita menyiapkan diri untuk kedatangan Imam Mahdi itu. 

Sesungguhnya saya (Khumaini) tidak dapat menamakan Imam Mahdi sebagai pemimpin karena dia lebih besar dan lebih tinggi dari hal itu. Dan tidak bisa menamakannya sebagai orang pertama karena tidak terdapat orang lain sesudahnya dan tidak pula ada orang nomor duanya. Oleh karena itu saya tidak bisa mensifatinya dengan kata-kata apapun   selain “Al Mahdi yang ditunggu” dan dijanjikan yaitu yang diabadikan oleh Allah SWT sebagai simpanan untuk kemanusiaan. Dan kita wajib mempersiapkan diri untuk melihatnya di saat kita mendapat taufik dan untuk melaksanakan misi ini. Dan kita harus mengangkat kepala mengutamakan seluruh aparat negara di negeri kita. Dan harus bercita-cita berharap meluasnya aparat tersebut di seluruh negara-negara di dunia agar negara-negara tersebut mempersiapkan dirinya untuk menyambut keluarnya Imam Mahdi as. Dan bersiap untuk mengunjunginya. (Baca kembali kitab: Mengapa ulama Islam mengkafirkan Khumaini? hal 52). 

Setelah saya bacakan semua ini barulah saya bacakan pertanyaan-pertanyaan: 

1. Dengan alasan apa Al Mukarom KH Abdurrahman Wahid mengatakan Khumaini wali terbesar, sedang aqidahnya banyak mengandung kekufuran? 
2. Mengapa NU dipandang sebagai Syiah kultural yang cukup membingungkan umat?

KUTIPAN DIALOG GENGGONG 

Gus Dur Dan Saya (HM. Basori Alwi) 
Sebagaimana Dalam Kaset Yang Ada Pada Saya

Perkataan saya (HM Basori Alwi): Terima kasih banyak sebelumnya, hanya sampai sekarang ini timbul selalu muskilat di dalam hati saya. Saya pernah membaca tulisan; apa itu tulisan Gus Dur betul atau orang menulis seperti itu? Saya sendiri juga pernah mendengar pidato Kyai Abdurrahman Wahid di Bangil. Seperti keterangan Kyai Abdurrahman tadi, wali terbesar abad ini ada dua orang, Sayyid Alwi dan khumaini. Saya catat terus musykil dalam hati saya.

Sekarang ini sudah banyak kyai yang sudah masuk Syiah, dan sudah mengolok-olok bukan cuma sahabat, sampai mengolok-olok Imam Ghazali dst. Saya punya kaset kasetnya, di Probolinggo sini juga ada, yaitu alumni dari Sidogiri, kalau tidak salah ia anggota NU Kraksaan Probolinggo. 

Masalah Syiah ini lepas dari Saudi dan bukan Saudi. Ini adalah masalah aqidah. Karena cintanya kepada Ahlissunah wal jamaah, karena takutnya Ahlissunah wal jamaah erosi, saya akhir-akhir ini berusaha mencari kitab Al Kafi sampai kitab-kitab Khomaini sendiri, termasuk yang saya bawa sekarang ini; Al Hukumatul Islamiyah yang dikarang sebelum revolusi Iran. Insya Allah Kyai Abdurrahman Wahid sudah membaca kitab ini. Kalau melihat isinya, dari sisi pembangkitan perjuangan memang bagus, tetapi setelah  mengenai aqidah, di sini ada aqidah yang menurut kebanyakan ulama “minal kufriyayat” (termasuk kekufuran). Saya ingin membacakan salah satu isi kitab Al Hukumatul Islamiyah hal 52: 

“Yang dimaksud Khilafah Takwiniyah ini adalah Khilafah untuk mengucapkan “Kun Fayakun” seperti Tuhan. 
(lihat terjemahannya pada halaman 5)
Ini adalah tulisan Khomeini. Lantas masih banyak lagi tentunya, tidak akan saya kemukakan semua. Ini antara lain yang dijadikan dasar di dalam Kitab yang dihimpun oleh Wajih Almadiniy yang berjudul:

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟

Salah satu alasan mengkufurkan Khomeini diantaranya tadi itu. Kedua, pidato Khomeini sendiri yang diucapkan: (sebagaimana ada di halaman 5) 

Adapun yang mengeluarkan fatwa itu banyak, diantaranya; Ulama Rabithah Alam Islami, Departemen Wakaf dan Urusan Islam di kerajaan Maghribi (Maroko), Mufti Tunis dll. 

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟

Mengapa ulama kaum muslimin telah mengkafirkan Khomeini?

Jawabnya:

أولا : زعمه أن أئمة الشيعة أفضل من جميع الرسل والملائكة
Artinya: Pertama, dugaan Khomeini bahwa imam-imam Syiah adalah lebih utama dari seluruh utusan Allah dan Malaikat.
(lihat ucapan Khomeini diatas, pasal Al Wilayatul Takwiniyah) 

Terus diantaranya lagi, pidato Khomeini: 
(Sebagaimana tadi di halaman 5-6) 

Jadi inilah di antara beberapa alasan para ulama dalam mengkufurkan Khomeini. Insya Allah para ulama itu mengkafirkan orang tidak gampang. Masih banyak lagi hujjah-hujjah yang diambil dari kitab-kitab Syiah sendiri. Saya juga membawa kitab Khomeini sendiri yang namanya Kasyful Asror yang mengolok sahabat, mengolok Sayyidina Umar, mengolok Siti Aisyah dan lain-lainnya.
 
Lantas saya tidak habis piker. Jadi apakah itu diplomasi atau memang tidak tahu, Gus Dur kok mengatakan Khomeini ini adalah wali terbesar di zaman ini. 

Waktu saya ceramah mengenai soal ini, diedarkan oleh orang suatu edaran. Penulisnya katanya Gus Dur. Kalau ini bukan dari Gusdur, saya minta harus dibantah. Begini isinya:  Bahwa Syiah itu adalah merupakan kecintaan kepada Rasulullah dan ahli bait. Sedangkan NU itu adalah gudangnya cinta kepada ahli bait. Jadi secara berkelakar, NU itu sesungguhnya Syiah kultural. 

Ini adalah yang dikatakan Gus Dur dalam edaran tadi. Pendapat Gusdur itu apa landasannya? 

Saya ingin menyampaikan, bagaimana sebenarnya pandangan Gus Dur mengenai Syiah, terutama Syiah Itsna Asyariyah Jabariyah yang sekarang menguasai Iran dan Irak, dan yang sekarang telah berhasil mendirikan suatu negara yang dinamakan Negara Islam, walaupun kalau dilihat dari UUD adalah negara Syiah. 

Tadi saya mendengarkan tentang Said Aqil yang menganjurkan agar supaya meralat, merombak Qanun Asasi Hadrotus Syekh yang disebutkan di dalamnya larangan orang ikut Syiah. 

Lantas terakhir, apakah tidak seharusnya untuk melindungi aqidah ahlissunnah wal jamaah itu kedalam saja, bahwa PBNU, tentu dalam hal ini Suriah, kita mohon lewat KH.Abdurrahman Wahid, yaitu setelah mempelajari masalah ini, mengatakan ke bawah (seluruh anggota NU) bahwa Syiah yang sekarang berkembang di Indonesia ini, harap paling tidak dikatakan:  Sudah tidak sejalan dengan Islam, atau keluar dari Islam, atau tidak bisa dianut oleh siapapun dari lingkungan warga NU misalnya. 

Saya juga ingin tahu sebenarnya aqidah Gus Dur sendiri tentang syiah itu bagaimana?. Terima kasih. 

Gus Dur : Lha… ini Kyai yang ngomong kan urut.
Jadi begini Kyai, marilah kita tabayun kitab itu sebab, kitab itu semua tidak dicetak oleh mereka. Jadi mereka mengatakan bukan ini Khomeini. Ini cetakan orang luar.

Kita boleh ribut tentang masalah ini. Tetapi ada satu hal, saya tidak pernah “sabbus sohabat”, tidak akan mungkin. Bahkan saya sekarang ini mencari Sholawat Uhud, karena diperintahkan oleh ba’dul khowwash: kejobo Sholawat Badar, sing akeh-akeh Sholawat Uhud kepada Syuhada sahabat fil Uhud wal Mu’tah wal Yamamah. Padahal Yamamah itu sudah bukan zamannya Sayyidir Rasul, zamannya Sayyidina Abu Bakar. Itu masih termasuk harus didoakan sehari-hari. 

Jadi pandangan saya mengenai soal ini memang ada perbedaan jelas antara kita dengan Syiah. Sebab Syi'ah menerima sahabat itu tidak semua. Itu salah mereka. Lalu yang kedua, bahwa mereka menganggap Imamah itu begitu penting (Saya/H.M. Basori Alwi menimpali:  Rukun Imam Syiah). Itu beda dengan kita. 

Saya terangkan sebetulnya Syiah itu aqidahnya malah-malih, karena menurut penelitian dari guru saya Dr. Rusman Abdul Hamid:  min maqtali Sayyidina Ali atau min tholabi as sa’idy fii khilafatin lahu”, dari permintaan semua orang supaya ia dijadikan khalifah sampai kurun Imam Ghazali pada abad ke-5 Hijriyah -berarti 5 abad- akidah Syiah itu adalah aqidah sunny plus imamah. Jadi bedanya kita dengan mereka di Imamah. 

Puncaknya adalah Ibnul Baba Al Qummi. Ibnul Baba Al Qummy mempunyai murid Syeikhul Mufid. Syeikhul Mufid setelah belajar dari Syiah belajar kepada falasifatul Mu’tazilah. Nah dengan belajar kepada falasifatul Mu’tazilah di zaman as shahib Ibnu Ibad sebagai wazir orang Syiah, maka dia lalu terpengaruh oleh mu'tazilah. 

Akhirnya mabda’ mu'tazilah yang 5…  al mabadiul ;amah aal khamsah: yaitu at tauhid, an nubuwwah, al ‘adalah/al ‘adl dan al maad diambil oper oleh Syiah. Lalu mabda’ yang satu yaitu manzilatun bainal manzilatain diganti oleh mereka dengan Imamah. 

Jadi saya katakan aqidah Syiah sekarang ini adalah Mu’tazilah plus. Lha kalau ahlisunnah wal jamaah sendiri “tukaran” sama Mu’tazilah, bagaimana mungkin kita menerima aqidah Syiah.
 
Itulah Kyai…. Tapi itu kan akidah. Akidah mereka begitu aqidah kita begini. 
Yang sama dari kita hidup perjuangan menegakkan syiar Islam. Menentang macam-macam itu. Apalagi di abad sekarang, menentang penjajahan dan liberalisme. Itu yang saya pegang positif dari Syiah. 

Dengan kata lain, kita yang berbeda boleh berbeda, yang sama mari kita gunakan. Nyatanya memang banyak persamaannya juga sih, kalau sudah menyangkut masalah akhlak, sudah menyangkut pembangunan masyarakat yang adil dan makmur. 

Oleh karena itulah, Pak Harto juga kesana, Habibie juga kesana, semuanya ke sana. Jadi ada yang sama dengan kita, ada yang lain. Tetapi semua kita adalah “fi sufufil Muslimin”. 
Oleh karena itu, saya menerima usulan Kyai Bashori tadi, mengatakan bahwa “hum khorijuuna ‘anil Islam”… Lah ini kan mencerai-beraikan kita sendiri kiai, itu kalau saya malah begini: kalau dikatakan bahwa aqidah mereka tidak sama dan kita tidak usah ikut dengan mereka saya setuju. itu bisa. 

Mohon kepada Bapak-bapak Kyai semua… kirim surat sebanyak-banyaknya kepada PBB, sehingga saya di PBB bisa mengusulkan. Ini jelas usulnya dari mana. Dari para ulama. Ya tapi jangan kita itu “ikhrojun nas”, karena masalahnya masih tadi itu. Artinya itu yang benar mana sih. Katanya orang. itu bukan tulisan Khomeini, kata Saudi dan teman-temannya Inilah Khomeini. Kita harus “ta’yin” dulu sebelum kita ikut-ikutan mengambil keputusan. 

Mengapa saya katakan bahwa NU itu syiah kultural, itu untuk membedakan bahwa Syiatu ma qobla Sayikhil Mufid itu hanya sekedar kultur dan politik saja. Mereka membela Sayyidina Ali dan mereka berkultur kepada ahlirrasul dan ahlil bait. Nah kita banyak mengambil dari mereka, kalau kita pujian li khomsatun… khomsatun yang disebut itu adalah 5 orang ya 5 orang itu ahlul bait. 
Kyai Badri: tapi ditandingi Kyai…

Gus Dur: Nanti dulu…, nanti dulu….. lima orang ini menurut mereka -Syiah yang resmi- ahli bait Itu yang lima ini Kyai. Ahli bait itu 5 ini. 
Jadi dengan kata lain dalam soal ini, Syiah tsaqofiyah, Syiah budaya, justru kita mempererat dengan mereka supaya mereka nanti ikut kita dalam aqidah. Jadikan begini ada orang yang sama tsaqofah nya beda aqidahnya. Bagaimana cara merangkul mereka dengan tsaqofah. Ya inilah Kyai… yang Kyai katakan apa ini diplomasi. Salah apa tidak. Itu maksudnya. 

Keluarga kita yang ikut-ikutan tidak mengerti urusannya. kalau kita terangkan dengan sebaik-baiknya kepada mereka, itu akan merontok dengan sendirinya. Jadi tidak perlu kita keras terhadap mereka, kekerasan itu hanya membuahkan kekerasan juga. 

Tetapi kalau mengenai ketegasan sikap, harus tegas. Min nihayati aqidah itu tidak bisa ditawar. Aqidah Syiah yang sekarang, Ma ba’da Ibnul Baba al Qummy itu jelas berbeda. Kalau perlu bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal jamaah. 

Jadi saya setuju dalam hal ini kita membuat semacam seruan. Kalau itu sudah dianggap bahaya. Tetapi saya nuwun sewu Kyai Badri dan Kyai Bashori, saya sendiri menganggap itu belum ada bahayanya. Satu dua orang yang begitu. Tetapi ya… di tiap zaman selalu ada begitu. Tidak terlalu banyak. Seluruh Indonesia ini tidak ada dua ribu orang kok Syiah itu. Lha wong satu bangsa 190 juta, 2.000 itu tidak ada artinya apa-apa. Saya ini tukang ngramut anak-anak Syiah yang di UI. Sekarang alon-alon pretel siji-siji… sudah balik karena diramut. Kalau dibiarkan ya itu tadi.

Perkataan saya (H.M. Basori Alwi): Ya itu salah satu pikiran, tapi apa salahnya… seperti halnya dulu ulama-ulama kita bangkit dengan segala argumentasinya terhadap lawan ideologinya.

Terus maaf kan… ini kitab Al hukumatul Islamiyah. Ya Ini aslinya. Dari sana ya Ini. Kasyful Asror, juga al Kafi, itu memang aslinya. 
Di sana (Al Kahfi) disebutkan Alquran yang tambahan-tambahan itu, yang muharrof (dirubah) itu. 

Memang Quran yang di Iran dan di mana-mana itu tetap sama. Tetapi di dalam hadits-hadits Syiah yang dimuat di kitab Al Kafi, dikatakan memang Quran itu sudah banyak yang muharrof. Suatu contoh disebutkan di sana misalnya:

وإن كنتم في ريب مما نزلنا على عبدنا فأتوا بسورة من مثله

mestinya kata mereka: mimma nazzalna ‘ala ‘abdina fi ‘aliyyin fa’tu bi surotin
Dikatakan pula bahwa Alquran yang sebenarnya itu tidak 6.000 sekian ayat, tetapi 17.000 ayat. Lha dari sini ini lho masalahnya. Orang yang sudah mengatakan bahwa Alquran itu muharrof (berubah) apakah masih dipandang sebagai orang Islam? lantas kalau kita katakan Islam, Islam tetapi Islam murtad kan?

Sekarang kalau kita mengaji sulam -selama kita masih berpegang sulam – wa minar riddah itu contohnya:

Inkaaru shuhbati Sayyidina Abu Bakar As Siddiq

Dan syarahnya: wa Umar Utsman dan lain-lain. itu yang dipertanyakan. Lah sekarang itu (sahabat-sahabat tadi) “diantemi” (diolok/dimurtadkan). Apalagi di buku-buku propaganda-propaganda Syiah itu, buku-buku yang dicetak oleh Al Mizan di Bandung disebarluaskan  ke mana-mana. Sekarang di Sidogiri saja banyak kitab-kitab itu yang masuk. Sampai Sidogiri itu pernah bisa menerima tamu Syiah. 

Sementara itu… Insya Allah kalau Gus Dur sendiri ya bisa menjalankan cara-cara semacam itu (yang seperti di Jakarta). Itu mungkin bisa. Tetapi di kalangan bawah. Apa nanti kita tidak tergusur. Itu lah maksud saya supaya NU itu memberikan penjelasan. Lebih baik menjaga daripada berobat sesudah sakit kan? (Kyai Badri: Preventif). 

Jadi sebaiknya sekarang ini, paling tidak NU membuat pernyataan. Pernyataan ini -mohon maaf- nanti agar supaya bisa menampung hujjah-hujjah para ulama dari mana-mana. Apabila memang betul-betul sudah di luar Islam. Ya dinyatakan ke dalam saja tidak usah keluar bahwa Khomeini dengan ucapan-ucapannya itu telah keluar dari akidah Islam. Lah kalau sudah begitu kan otomatis di bawah ini mudah. Jadi tidak sulit. Sebab mereka itu tidak tahu Syiah. kadang-kadang cuma tahu Khomeini saja. Jadi dimana-mana pokok modelnya asal Khomeini. karena mereka terpengaruh oleh revolusinya itu. 

Kyai Badri: saya menambah…. yang mondok di Qum di Iran lalu di Syria yang sudah dapat beasiswa dari Syiah juga puluhan mereka kalau sudah pulang ke Indonesia prakteknya nulis Abu Bakar as-siddiq Aisyah diinjak dengan Kakinya ini yang kurang ajar

(rekaman terputus sampai sini rekaman yang lain belum sampai ke tangan saya)

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2961155767286445&id=100001761517615

 
back to top