Selasa, 21 April 2020

Berbagai Khasiat Hebat dari Wirid Ratib Al-Haddad


Wirid Ratib Al-Haddad adalah kumpulan dzikir harian yang disusun oleh Habib Abdullah Al-Haddad. Beliau adalah salah satu ulama besar di abad 12 H. Beliau dilahirkan di salah sebuah kampung di kota Tarim, Yaman pada malam ke-5 bulan Safar, tahun 1044 Hijrah.



Tidak ada wali Allah yang meninggalkan dunia ini tanpa mewarisi sesuatu yang bermanfaat bagi umat Rasulullah Saw. Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad telah mewarisi sebuah wirid yang dinamakan Ratib Al-Haddad. Beliau telah meningalkan sebuah senjata dan perisai ampuh untuk melawan kerusakan-kerusakan yang disebabkan gangguan jin dan manusia. Ratib Al-Haddad yang dibaca selepas sholat maghrib mampu mengamankan diri, keluarga, dan harta-benda orang yang membacanya. Segala macam jenis sihir, teluh, dan gangguan setan akan dilumpuhkan dan berbalik mengenai orang yang mengirimnya dengan izin Allah.

Ratib Al-Haddad berisi potongan surat-surat Alqur'an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Saw di dalam Hadist Shahihnya. Berikut adalah keutamaan masing-masing isi dari Ratib Al-Haddad yang perlu kawan ketahui :

1. Keutamaan Surat Al-FatihahSurah Al Fatihah memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya:
a. Fatihah menyamai pahala 2/3 Al-Qur’an.
b. Fatihah dan ayat kursi tidak dibaca oleh seorang hamba dalam satu rumah lalu pada hari itu dia terkena gangguan kekuatan mata manusia atau jin.
c. Barangsiapa yang membaca Fatihah dan Kursi, Allah haramkan jasadnya atas api neraka.
d. Siapa ingin agar Allah menyelamatkan dirinya dari penjaga neraka yang jumlahnya 19 hendaknya dia membaca basmallah.
e. Barang siapa yang membaca basmalah maka dicatat untuknya dalam setiap huruf 4000 kebaikan, dan dihapus darinya 4000 kejahatan, dan diangkat 4000 derajat.
f. Barang siapa membaca basmalah bersambung dengan Fatihah sekali maka Aku berikan ampunan padanya, Aku terima amal baiknya, Aku lebur dosa-dosanya, tidak akan Kubakar lidahnya dengan api, Aku berikan perlindungan dari siksa kubur, panik dan siksa hari kiamat (Hadist Qudsi).

2. Keutamaan Ayat KursiAyat Kursi biasanya hanya digunakan oleh masyarakat awam untuk mengusir syetan, jin, dsb. Sebenarnya ada beberapa manfaat dari ayat kursi ini, diantaranya:
a. Ayat kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an.
b. Ayat kursi menjaga dirimu, keturunanmu dan menjaga rumahmu.
c. Bacaan ayat kursi pagi dan sore memberikan penjagaan dari jin dan syetan.
d. Bacaan ayat kursi sebelum tidur mengundang malaikat penjaga.
e. Bacaan ayat kursi sebelum tidur menjauhkan diri kita dari syetan sampai pagi.
f. Bacaan ayat kursi sekali menyamai pahala bacaan ¼ Al-Qur’an.
g. Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu maka tiada pemisah antara dirinya dan surga kecuali mati.
h. Barang siapa membaca ayat kursi apabila hendak tidur, maka Allah berikan keamanan atas dirinya, tetangganya yang dekat dan yang jauh dan rumah-rumah sekitarnya.


3. Keutamaan Akhir Surat Al-Baqarah (Amanarrasuul…..)
a. Allah tutup surat Al-Baqarah dengan dua ayat yang Allah berikan padaku dari simpanan kekayaan-Nya yang dibawah Arsy. (Hadist)
b. Kedua ayat ini memasukan orang yang membacanya ke dalam surga.
c. Kedua ayat ini akan menjadikan Allah ridho pada orang yang membacanya.
d. Kedua ayat ini adalah satu Al-Qur’an.
e. Kedua ayat ini menyembuhkan (penyakit).
f. Kedua ayat ini di cintai Allah.

4. Keutamaan Surat Al-Ikhlash
a. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash maka Allah haramkan daging orang tersebut atas api neraka.
b. Barang siapa tekun (istiqomah) atas bacaan Al-Ikhlash dan ayat kursi pada malam dan siang hari maka dia mendapat keridhoan Allah yang paling besar, dan ia akan bersama dengan para nabi dan dijaga dari godaan syetan.
c. Barang siapa masuk kedalam rumahnya lalu ia membaca surat Al-Ikhlash maka baginya pahala seperti orang yang membaca 1/3 Al-Qur’an. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash dua kali maka baginya seperti pahala orang yang membaca 2/3 Al-Qur’an. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlas tiga kali maka baginya seperti pahala orang yang membaca Al-Qur’an seluruhnya.
d. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash sekali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya, siapa yang membaca dua kali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya dan keluarganya, dan barang siapa membacanya tiga kali maka Allah akan berikan keberkahan atas dirinya, keluarga dan tetangganya.
e. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash ketika sakit yang menjadikannya mati maka dia akan selamat dari fitnah kuburnya, dia akan selamat dari himpitan kubur, dan para malaikat akan menggotongnya dengan sayap mereka sampai melewati jembatan shirotol mustaqim menuju surga.
f. Rasulullah SAW mendengar seorang sahabat membaca surat Al-Ikhlash hinga tuntas lalu beliau bersabda : Dia layak (Berhak) masuk surga.
g. Barang siapa membaca surat Al-Ikhlash seratus ribu kali maka dia telah menebus dirinya dari Allah, lalu terdengar panggilan dari sisi Allah dilangit dan bumi bahwa si fulan adalah tamu Allah, siapa yang punya hak kewajiban pada dirinya hendaknya mengambil langsung dari Allah.

5. Keutamaan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq & An-Naas)
a. Paling baiknya bacaan guna memohon perlindungan.
b. Dari beberapa surat Al-Qur’an yang paling dicintai Allah.
c. Untuk menjinakan binatang yang liar.
d. Barang siapa ingin tergolong orang-orang baik dan selamat dari kejahatan manusia
e. hendaknya membaca setiap terbit matahari surat An-Naas hingga selesai.

6. Khasiat Dzikir Pertama
Laa ilaaha ilallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (3x)
“Tiada Tuhan yang sebenarnya berhak diibadahi, kecuali hanya Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kerajaan ini dan memiliki segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dialah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu.” 3x

a. Barang siapa membacanya maka baginya pahala sebesar pahala orang yang memerdekakan seorang budak dari keturunan Ismail as, ditulis baginya sepuluh amal kebaikan, dihapus darinya sepuluh dosa, diangkat sepuluh derajat dan dijaga dari godaan syetan sampai sore.
b. Dan jika membacanya pada waktu sore maka baginya pahala yang sama hingga pagi hari (Hadits).
c. Sebaik-baik bacaan yang dibaca Rasulullah SAW dan para nabi (Hadits).
d. Tidak ada satu amalanpun mampu mengalahkannya.
e. Tidak tersisa dengannya dosa. Allah memandang pada orang yang membacanya dengan pandangan rahmat dan barang siapa mendapatkan pandangan rahmat maka dia tidak akan terkena siksa (Hadits).


7. Khasiat Dzikir Kedua
Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar (3x)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” 3x

a) Dalam Al-Qur’an bacaan ini disebut “ AL-BAQIYATUS SHOLIHAT” sedang pahalanya amat sangat besar.
b) Rasulullah menamakan bacaan ini dengan “RIYADHUL JANAH” artinya kebun surga.
c) Rasullah mencintai bacaan ini lebih dari segala apa yang terkena sinar matahari.
d) Bacaan ini mengugurkan dosa hamba seperti gugurnya daun-daun dari atas pohon.
e) Bacaan ini adalah bacaan yang paling dicintai Allah.
f) Bacaan ini adalah tanaman surga.
g) Bacaan ini merupakan penyebab seorang hamba untuk mendapatkan surga.
h) Bacaan ini tergolong bacaan yang paling utama.
i) Pahala bacaan ini menyamai pahala orang yang memerdekakan seratus orang yang sedekah dengan kuda berkendali, berpelana di jalan Allah, juga menyamai pahala sedekah seratus onta.
j) Bacaan ini adalah benteng pemisah antara hamba dari api neraka.
k) Berat timbangan bacaan ini melebihi berat timbangan langit dan bumi.
l) Bacaan ini bisa mengganti kedudukan Al-Qur’an bagi orang yang tidak mampu membaca Al Qur’an.
m) Barang siapa membaca bacaan ini maka ditulis baginya dalam setiap huruf sepuluh amal kebaikan (Hadits).
n) Bacaan ini adalah bacaan yang dibaca bangsa jin ketika mengangkat benda-benda berat.
o) Bacaan ini juga bacaan yang dibaca Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as ketika membangun Ka’bah, apabila mereka mebacanya terangkatlah batu-batu besar itu dengan sendirinya.

8. Khasiat Dzikir ketiga
Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” 3x

a) Dua kalimat, ringan di lidah tapi sangat berat di atas timbangan amal (mizan), dan sangat dicintai Allah SWT.
b) Bacaan ini termasuk bacaan (dzikir) yang paling utama
c) Barangsiapa yang membacanya maka ditulis baginya 124.000 kebaikan
d) Bacaan ini lebih dicintai Allah daripada segunung emas yang di-infaqkan ikhlas dijalan Allah.
e) Allah akan melebur dosa-dosa orang yang membacanya sekalipun lebih banyak daripada buih diatas air laut.
f) Bacaan ini adalah doa yang dibaca oleh semua makhlukSebab bacaan ini Allah memberikan rezeki pada seluruh makhluk
g) Bacaan ini jika dibaca : Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim astaghfirullah seratus kali setelah sholat sunnah fajar (qobla/sebelum subuh), maka dunia akan datang kepadamu dengan cara paksa, hingga kamu kewalahan menanggapinya.

9. Khasiat Dzikir keempat
Rabbanaghfirlanaa watub’alainaa innaka antat tawwaabur rahiim (3x)
“Ya Allah ampunilah dosaku dan berikan aku tobat, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang.” 3x
"Barangsiapa yang membacanya, Allah akan menjadikan baginya keterbukaan dari segala yang buntu baginya, jalan keluar dari segala kesempitan, dan akan menganugrahkan rezeki dari arah yang tak diduga-duga" (Hadist).

10. Khasiat Dzikir kelima
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin, Allaahumma shalli ‘alaihi wa sallim (3x)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 3x

a. Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat untukku. (Hadist)
b. Barangsiapa membaca sholawat untukku dari umatku maka akan ditulis baginya sepuluh kebaikan dan dihapus darinya sepuluh dosa. (Hadist)
c. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Kahil : Sesungguhnya barangsiapa membaca sholawat kepadaku setiap hari tiga kali sebab cinta dan rindu kepadaku, maka pantas bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosanya malam itu dan siang harinya. (Hadist)
d. Rasulullah SAW bersabda : sholawat kepadaku menepis kemiskinan dari orang yang membacanya. (Hadist)

Baca Juga : Apa yang Sebaiknya Dilakukan Seorang Muslimah Ketika Jatuh Cinta ?

11. Khasiat Dzikir keenam
A’uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq (3x)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x

a. Barangsiapa membacanya tiga kali maka tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apapun. (Hadist)
b. Barangsiapa membacanya di sore hari, tidak akan membahayakan dirinya sesuatu pun sampai pagi, dan siapa yang membacanya pagi hari maka tidak akan membahayakannya dirinya sampai sore. (Hadist)
c. Barangsiapa menempati suatu tempat lalu membaca bacaan ini, tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apa pun hingga pergi meninggalkan tempat itu. (Hadist)
d. Tergolong dzikir yang dahsyat dan manjur, apabila seseorang menekuninya maka segala urusannya akan lancar dan terpenuhi kebutuhannya.
e. Menjaga jiwa dan raga dari rasa sakit.
f. Barangsiapa membacanya di tengah malam akan menyaksikan hal-hal aneh dan ajaib.
g. Melumpuhkan dan menaklukan musuh.

12. Khasiat Dzikir ketujuh
Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)
“(Aku menjalani hidup pada siang atau malam ini) Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x

a. Barangsiapa yang membaca bacaan ini setiap pagi dan sore tiga kali, tidak akan membahayakan dirinya dari sesuatu apapun (HR.Tirmidzi)
b. Tidak akan terkena bencana yang datang mendadak dan tidak akan terkena stroke (HR.Abu Dawud)
c. Penawar racun dan segala yang mematikan
d. Keselamatan dari musuh dan kekejamannya.
e. Penjagaan bagi rumah dan isinya dari pencuri dan orang jahat

13. Khasiat Dzikir kedelapan
Radhiitu billaahi rabba wa bil islaami diina wa bi Sayyidina Muhammadin Shalallaahu ‘Alaihi Wasalaam nabiyyan wa rasuula (3x)
“Kami rela Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan RasulMU” 3x

a. Diriwayatkan dari sahabat Tsauban : barangsipa membacanya maka dia berhak masuk surga. (hadist)
b. Dari Abu Said Al-Khudry meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : Barangsiapa ridho menjadikan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai nabinya maka ia berhak masuk surga. (Hadist)

14. Khasiat Dzikir kesembilan
Bismillaahi walhamdulillaahi wal khairu wasy-syarru bimasyii-atillaah (3x)
“Dengan nama Allah dan segala punji hanya tertentu bagi Allah dan segala kebajikan dan kejahatan, ketentuan Allah” 3x

a. Barangsiapa yang membacanya tidak akan tersisa dari dosa-dosanya sedikitpun (Hadist).
b. Tidak ada seorang hamba yang membacanya, kecuali mencairlah syetan seperti mencairnya timah diatas bara api. (Hadist)
c. Apabila seorang membacanya, dicatat untuknya pahala ibadah tujuh ratus tahun. (Hadist)
d. Barangsiapa ingin selamat oleh Allah dirinya dari malaikat Zabaniyah yang sembilan belas (penjaga neraka) maka hendaknya dia membaca basmalah (Hadist)

15. Khasiat Dzikir kesepuluh
Aamannaa billaahi wal yaumil aakhiri tubnaa ilallaah baathinaw wa zhaahiran (3x)
“Kami (menyatakan) beriman kepada Allah dan hari akhir, dan kami bertobat kepada Allah lahir maupun batin” 3x
a. Rasulullah SAW bersabda : Ucapkanlah lalu istiqomahlah
b. Barangsiapa merasakan was-was maka hendaklah dia membacanya. (Hadist)

16. Khasiat Dzikir kesebelas
Yaa rabbanaa wa’fu ‘annaa wamhul ladziy kaana minnaa (3x)
“Ya Tuhan kami, berilah kami maaf dan hapuskanlah apa – apa yang ada pada kami (dosa – dosa)”
a. Allah tidak akan diminta sesuatu yang lebih Dia cintai daripada diminta Afiah (keselamatan) di dunia dan di akhirat. (Hadist)
b. Memohon afiah tergolong doa yang paling utama dan padat maknanya.

17. Khasiat Dzikir keduabelas
Yaa dzal jalaali wal ikraam, amitnaa ‘alaa diinil Islaam (7x)
“Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam lingkungan agama Islam” 7x
a. Tekuni dan perbanyaklah bacaan tersebut diatas. (Hadist)
b. Rasulullah SAW mendengar seseorang membaca bacaan tersebut, maka beliau bersabda : kamu telah dikabulkan maka mintalah. (Hadist)

18. Khasiat Dzikir ketiga belas
Yaa qawiyyu yaa matiinu ikhfi syarrazh zhaalimiin (3x)
“Ya Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang – orang zhalim” 3x
a. Aman dan selamat dari gangguan orang-orang jahat dan dholim, perbuatan jahat manusia.
b. Aman dan selamat dari gangguan bahaya binatang buas dan berbisa, kedengkian musuh, dari setiap marabahaya.
c. Aman dan selamat dari murka Allah serta hukuman-Nya.
d. Aman dan selamat dari apa saja yang membahayakan diri kita, membahayakan Islam dan kaum muslimin.

19. Khasiat Dzikir keempat belas
Ash lahalllaahu umuural muslimiin sharafallaahu syarral mu’dziin (3x)
“Semoga Allah memperbaiki semua urusan kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang – orang yang suka mengganggu” 3x
a. Membawa maslahat (manfaat yang sempurna) dan kebaikan segala urusan umat Islam
b. Apabila maslahat telah didapat oleh seseorang, maka seluruh cita-cita dan keinginan dunia akhirat akan didapat.
c. Mendapat ampunan Allah SWT menyeluruh bagi dirinya, keluarga maupun kaum muslimin.
d. Menjadi sebab ia, yang membacanya, di cintai dan dikasihi oleh Allah SWT.
e. Termasuk obat penyakit hati (dengki, iri hati, ghibah dsb)
f. Mendapat bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan yang lurus.


20. Khasiat Dzikir kelima belas
Yaa ‘aliyyu yaa kabiiru yaa ‘aliimu yaa qadiiru yaa samii’u yaa bashiiru yaa lathiifu yaa khabiir (3x)
“Ya Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Besar, Maha Mendengar lagi Melihat, Maha Lemah Lembut lagi Maha Mengamati” 3x

a. Setiap nama-nama Allah akan mengantarkan kita kesatu derajat/martabat dari sekian banyak martabat di sisi Allah.
b. Rahasia dzikir Asma’ul Allah yang tak ternilai besarnya dan tak dapat diketahui bagaimana hakekat kemuliaan yang sebenarnya.

21. Khasiat Dzikir keenam belas
Yaa faarijal ham, yaa kaasyifal gham yaa mal li’abdihii yaghfir wa yarham (3x)
“Wahai Tuhan yang melegakan dari duka cita, lagi melapangkan dada dari duka cita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang suka mengampuni dan menyayangi hamba – hambaNya.” 3x

a. Diriwayatkan dari Ummil Mu’minin Aisyah ra. : Ayahku (Abu Bakar Shidiq .ra) berkata kepadaku : maukah engkau aku ajari doa yang diajarkan Rasul kepadaku dan diajarkan nabi Isa as. Pada kaum Hawary. Seandainya engkau mempunyai hutang sebanyak gunung uhud niscaya Allah akan melunasinya ? aku menjawab : tentu aku mau, beliau berkata : bacalah dzikir ini (sebagaimana tersebut diatas)
b. Agar Allah SWT menghapuskan kesedihannya.
c. Agar Allah SWT melepaskan dari kesusahannya.
d. Agar Allah SWT mengampuni kesalahannya dan dikasihani-Nya

22. Khasiat Dzikir ketujuh belas
Astaghfirullaaha rabbal baraayaa, astaghfirullaaha minal khathaaya (4x)
“Aku mohon ampunan Allah Tuhan pencipta sekalian makhluk, aku mohon ampunan Allah dari kesalahan” 4x

a. Maukah kalian aku beritahu tentang penyakit dan obat penyakit kalian? Ingatlah, sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa, dan obatnya adalah istighfar. (hadist)
b. Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan berikan untuknya ketenangan dari rasa bingung, jalan keluar dari segala kesempitan dan Allah akan memberikan rezekinya dari arah yang tidak terduga. (hadist)
c. Barangsiapa baca istighfar, tertanam untuknya satu tanaman di surga. (hadist)
d. Imam Ali Al-Khawwash berkata: Sesungguhnya istighfar itu memadamkan amarah Allah SWT dan tiada yang lebih manjur bagi orang yang diberhentikan dari kerjanya atau dipenjara atau hutangnya lebih dari istighfar

23. Khasiat Dzikir kedelapan belas
Laa ilaaha illallaah (25/50/100 x)
“Tiada yang wajib disembah selain Allah”

a. Ibnu Abbas ra. meriwayatkan : diatas pitu surga tertulis Laa ilaaha illallaah Muhammad rasulullaah tidak aku siksa orang yang membacanya
b. Ibnu Abbas .ra juga meriwayatkan : sehari semalam adal 24 jam, dan kalimat Laa ilaaha illallaah Muhammad rasulullaah itu ada 24 huruf. Barangsiapa yang membacanya maka akan melebur setiap satu huruf, dosa dalam satu jam, maka tidak akan tersisa satu dosa pun apabila seseorang membacanya setiap hari atau setiap malam
c. Barangsiapa yang akhir ucapannya ketika akan mati Laa ilaaha illallaah, maka dia akan masuk surga.
d. Barangsiapa membaca Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari hatinya dan memanjangkan bacaan sebab mengagungkannya, diampuni baginya 4000 dosa dari dosa besar. Sahabat bertanya : jika dia tidak punya dosa sebanyak itu?, Rasul SAW menjawab: Diampuni untuknya dari dosa orang tua, keluarga dan tetangganya. (al-hadist)
Khasiat Umum Wirid Ratib Al-Haddad


Habib Abdullah Al-Hadad mengatakan :
a. Barangsiapa menekuni bacaan ratib ini, Allah akan memberikannya meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
b. Ratib yang kami susun akan menjaga kota selama ratib tersebut dibaca.
c. Ratib kami ibarat pagar besi mengelilingi seluruh kota yang dibaca didalamnya ratib.
d. Dapat memperkuat dan menyelamatkan akidah atau keimanan seorang muslim dari berbagai macam aliran sesat.

Jumat, 17 April 2020

Apakah Niat perNikahan Yang Disukai Oleh Rosulullah SAW ?

NIAT PERNIKAHAN⁣
Coba perhatikan di foto ini. sebenarnya Habib Hanif Al-Attas baru menyeka air matanya dengan tisu, beliau mengharu biru dengan ucapan Habib Sholeh Al Aydrus,⁣
saya bertanya : "Habib  kenapa Antum menangis"⁣
ane menangis, karena Habib Soleh Al idrus bisikkan ke ana " ya Hanif, para salaf soleh memiliki banyak Niat baik dalam menjalankan pernikahan tapi semua niat baik itu terkumpul dalam satu Niat, apakah Niat Tersebut ? ⁣
" aku berniat Menikah untuk Menggembirakan hati Rosulullah saw" ⁣
niatkanlah pernikahanmu ini utk menggembirakan hati Rosulullah saw⁣
Seketika itu air mata ana keluar, menangis tersedu2⁣
begitulah penjelasan Habib Hanif, kita bisa lihat seksama, di balik senyum Habib Hanif ada bekas air mata terharu dan tersentuh dengan nasehat Habib Sholeh bin Ahmad Al AYdrus.⁣
Semoga Guru Kami, Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus, segera diberikan kesehatan dan kesembuhan.⁣
@habibsholehbinahmadalaydrus ⁣
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ⁣

Senin, 13 April 2020

Doa setelah sholat dhuha



  
اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ
 
وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ

  قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ

 رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى

  اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ

 كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا

  فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ

 وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL
JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL
'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA
INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU,
WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI
DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII
MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu,
kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)

*1. Waktu yang Sangat Penting*
“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila
menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).

Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur'an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat.

Di satu tempat (QS Thaha [20]:59; AI-'Araf [7]:98; An-Nazi'at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai "pagi hari" atau sebagai "panas sinar matahari" di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]). Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan "sinar matahari di pagi hari" (QS
As-Syams [91]:1).

Pada tempat lain (QS An-Nazi'at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai Siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.

Pada pembukaan surah AdDhuha, Allah berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam
Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.

*2. Wasiat Khusus dari Rasulullah*
“Shalat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang
tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)

Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan shalat Dhuha!

*3. Shalat Dhuha Bernilai Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia*
 “Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh
tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai
Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan
(bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap
tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah)
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).
 
*4. Ghanimah (keuntungan) yang besar*
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.

Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!”

Rasul SAW berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat
kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)

*5. Dibangunkan Sebuah rumah di surga*
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan
empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

Nabi Muhammad saw bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.

*6. Shalat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari*
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari
awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam,
janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

*7. Pahala Umrah*
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

*8. Ampunan Dosa*
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

DOA KEUTAMAAN DHUHA
Yang pertama adalah manfaat kesehatan, shalat Dhuha sangat tidak hanya  bermanfaat hanya untuk spiritual tetapi juga untuk kesehatan. Mengapa itu terjadi? Hal ini karena dalam shalat Dhuha ada beberapa gerakan yang harus dilakukan, sehingga shalat Dhuha juga dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan sepanjang tahun.

Minggu, 12 April 2020

Pondok Romadon Di Musholla Apung Riyadlus Sholihin

Bulan Ramadhan adalah waktunya untuk kita panen mencari pahala dan keberkahan dari Allah SAW. Jadi, kita harus rajin melakukan amal-amal yang baik seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an,dan tolabul ilmi.


Pada bulan Romadon ini Musholla Apung Riyadlus Sholihin dengan segala keterbatasan tempat tetap semangat  mengadakan pondok romadon atau SANLAT (pesantren kilat) yang akan di adakan pada :





Waktu     :   4 – 20 Romadon 1441/ 27 April – 17 Mei 2020

Tempat    : Musholla Apung Riyadlus Sholihin Wringin Cilik desa Pulo kec.Tempeh kab. Lumajang

Materi     :   1.Alqur an (metode tilawaty + tajwid)

                     2. Aqidah Tauhid (Aqidatul awam)

                     3.Fiqih (Sullam Taufiq)

                     4.Akhlaq

Pemateri  :  Ust. Abu Abdillah (dr Bandung)

Pendaftaran paling lambat tanggal 24 April 2020

 Karena keterbatasan tempat peserta dibatasi hanya10 orang tiap kelas

 Peserta mendapatkan Paket materi

 Infaq : 50 k



 CP  WA : 081217493655

Sabtu, 11 April 2020

KISAH WALIYAH (wali dari perempuan) DI HADRAMUT

    Syeikhoh Sulthonah Binti 'Ali Az Zabidi (Rabi'ah Adawiyyah nya Hadramaut)

Diceritakan oleh Shohibul Maulid yaitu Habib Ali Al Habsyi, bahwa Yaman terdapat seorang wali agung perempuan yang bernama Syeikhoh Sulthonah, gelar beliau adalah "Rabi'atul Adawiyyah Yaman Hadramaut"

Pekerjaan beliau setiap waktunya selalu bersholawat kepada Rasulullah ﷺ. Pada zaman beliau banyak orang titip salam kepada Rasulullah ﷺ melalui beliau, bahkan Rasulullah ﷺ titip menasehati kepada Syeikhoh Sulthonah untuk orang sekitar beliau.

Begitu tingginya maqam kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqom kewalian setiap orang kecuali dua orang yang beliau tidak boleh ketahui yakni Al Imam Al Faqih Al Muqoddam Ats-Tsani Al Habib Abdurrahman Assegaf bin Muhamad Maula Addawilah dan anak beliau Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As-Sakron yang mana Syeikhoh Sulthonah pernah hidup se-zaman dengan dua orang habib ini. Maqom mereka tidak diketahui dan tidak di jangkau oleh Syeikhoh Sulthonah karena begitu tingginya. Demikianlah bagaimana maqom seorang Auliya' Allah SWT yang bertemu seara langsung dengan Baginda Rasulullah ﷺ di alam jaga. Begitu tingginya dan begitu mulianya mereka, apa lagi dengan para sahabat Nabi mereka bertemu secara langsung dengan Rasulullah ﷺ secara nyata.

Sungguh bertemu Rasulullah ﷺ secara jaga melebihi nikmat Surga sekalipun.
SEMOGA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA MEMPERTEMUKAN KITA SEMUA DENGAN JUNJUNGAN NABI BESAR MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALAM BAIK DALAM KEADAAN TERJAGA MAUPUN DALAM KEADAAN MIMPI...AMIN

Senin, 06 April 2020

Tata Cara Membaca Doa Malam Nisfu Sya'ban

MALAM NISFU SYA'BAN
Jatuh Pada Hari : Rabu Malam Kamis (ba'da Maghrib), 
Tanggal : 08 April 2020.

Malam ke 15 bulan Sya'ban.

Dianjurkan Membaca Surah Yasin ( 3x )

Surah Yasin ke 1:

"Dibaca untuk memohon panjang umur dan ketaatan serta ketaqwaan dan dapat istiqamah kepada Allah Ta'ala".

Surah Yasin ke 2:
"Dibaca untuk memohon diluaskan rezeqi yang halal & menolak bala".

Surah Yasin ke 3:

"Dibaca untuk memohon ditetapkannya Iman Islam hingga akhir hayat".

Bisa Juga Membaca :

√ Ratib Haddad 
√ Astaghfirullahal 'Adzim ( 100x )
√ Tahmid & Takbir ( 100 x )
√ Shalawat Nabi ( 100x ). 

     Berdo'alah secara khusyu'... Meminta apa yang tersirat dalam hati. Karena malam nisfu Sya'ban adalah malam yang sangat diijabah untuk dikabulkan semua doa" & hajat" yang diinginkan.
  Para Ulama menyatakan bahwa Malam nisfu Sya'ban juga dinamakan malam pengampunan atau malam Maghfirah .

   Imam Al Gozhali RA. mengistilahkan malam nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan Syafaat ( pertolongan ) menurut Beliau.

  Malam ke 13 bulan Sya'ban Allah Ta'ala memberikan 3 Syafaat kepada hambaNya.
  Malam ke 14, seluruh Syafaat diberikan secara penuh.
  Malam ke 15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun.

Karena pada malam itu Allah Ta'ala menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi terutama kepada hamba"Nya yang Shaleh.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)
Allahumma bariklana fi Sya'ban wa balighna Ramadhan.

#Sumber: Pimpinan Pusat Lembaga Ilmu & Dakwah Shiraathal Mustaqiim Makaasar. 

#Silahkan
#Dishare

Kamis, 02 April 2020

Khutbah Jum'ah di Tengah Krisis Pandemi corona (bahasa sunda)

NGUNGKULAN WABAH PANYAKIT, NGABUTUHKEUN PAMINGPIN ANU TAQWA



KHUTBAH KAHIJI 
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ،
اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى :
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Demi Pangeran anjeun, sakali-kali maranéhna henteu ariman sahingga maranéhna ngajadikeun anjeun (Muhammad) salaku hakim (pamutus perkara) dina sagala masalah anu ku maranéhna dipacéngkadkeun, tuluy maranéhna teu ngarasa sesek dina jero diri maranéhna, jeung maranéhna ogé sumerah diri kalawan sapinuhna, tina naon baé anu ku anjeun diputuskeun". (QS an-Nisa’ [4]: 65). 

Alhamdulillah, urang masih kénéh dipaparin kasempetan ku Alloh SWT ngalaksanakeun ibadah sholat Jum'ah, dina poé anu mulya ieu, nyaéta yaumul jum’ah.  Di tempat anu dimulyakeun ku Alloh, nyaéta masjid.  Sarta sasarengan sareng jalmi-jalmi anu insyaAlloh dimulyakeun ku Alloh SWT nyaéta jalmi-jalmi anu tarakwa.

Sholawat sinareng salam mudah-mudahan Alloh curahkeun ka junjungan alam Nabi Muhammad SAW, manusia anu paling mulya, anu méré conto anu hadé ka sakumna umat manusa kumaha carana ngajalankeun kahirupan di dunya sakumaha pituduh Alloh SWT, Zat Anu Nyiptakeun alam sareng saeusina.
Prak geura tarakwa aranjeun sadaya ka Alloh, di mana baé aranjeun aya sarta keur kumaha baé.  Ogé prak geura taat aranjeun kana paréntah Mantenna sarta geura jauhan sadaya cegahana-Na.  Ngan ukur ku katakwaan anu hakiki, hirup urang bakal karaksa tina sagala marabahaya sarta Alloh pasti bakal nulungan ka urang sadaya.

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 

Di tengah kaayaan pandemi Corona saperti ayeuna, hayu urang terus deukeutkeun diri urang sadayana ka Alloh SWT sarta satékah polah ngalakukeun ikhtiyar supaya wabah ieu henteu keuna diri urang sadaya sarta kulawarga urang sadaya.  Saestuna, ikhtiyar pribadi urang mangrupakeun bagéan tina Sunnah Nabi SAW dina nyegah datangna panyakit.

Leuwih ti kitu, aya ikhtiyar anu leuwih gedé, anu kudu dilakukeun ku nagara.  Hadirna nagara kacida pisan pentingna dina ngungkulan pandemi ieu.  Naha kunaon? Sabab méréskeun wabah Corona ieu, aya pakuat-kaitna jeung pangaturan urusan manusa.  Nyambung jeung kahirupan sosial anu merlukeun andil masyarakat loba.  

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 
Hiji nyawa manusa anu bisa kasalametkeun kacida pisan gedé hargana dina ajaran Islam.  Nyawa manusa moal rék diantepkeun ngalayang kitu baé kusabab wabah panyakit.

Wabah Corona anu mahabu di nagri ieu nyadarkeun ka urang sadaya yén urang téh butuh pisan ku pamingpin nagara anu takwa ka Alloh anu nerapkeun Islam.  Anu salawasna merhatikeun urusan jeung kamaslahatan rahayat.  Anu sieun manéhna éngké dina Poé Kiyamah rahayatna nungtut, ngadakwa di hareupeun Alloh SWT tina kamaslahatan rahayatna anu dimomorekeun. Anu teu merhatikeun kaséhatan masyarakat demi kapentingan kakawasaan atawa harta.  

Pasualanana, naha aya pamingpin saperti kitu dina jaman ayeuna? 

Hadirin jama'aj jum'ah rohimakumulloh, 
Opat welas abad anu katukang, jungjungan urang Nabi SAW, tos méré conto hadé kumaha carana ngungkulan wabah saperti kieu.  Dawuhan Nabi SAW:

«إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا«
“Lamun anjeun ngadéngé wabah di hiji wilayah, mangka ulah anjeun asup ka eta wilayah.  Tapi lamun mahabu éta wabah di tempat anjeun cicing, mangka ulah anjeun ninggalkeun éta tempat”. (HR Bukhori).

Dina hadits anu sanesna, anu diriwayatkeun ti Aisyah rah, Nabi SAW ngadawuh: 

“Tha’un téh mangrupakeun azab anu ku Alloh turunkeun ka saha baé anu ku Mantenna dikersakeun, sarta Alloh ngajadikeun rohmat pikeun jalma-jalma mu'min.  Mangka teu aya saurang hamba ogé anu éta tha’un tumiba ka manéhna, tuluy manéhna cicing di nagrina sarta sabar ngaharep ridho Alloh, manéhna yakin yén moal aya anu bakal tumiba salian ti naon anu tos ku Alloh dituliskeun keur manéhna, anging keur manéhna (saperti) ganjaran syahid”. (HR Bukhori)

Ieu pisan karantina anu munggaran anu dilakukeun ku hiji nagara di dunya. Miheulaan sakabéh nagara.  Jeung hal ieu téh lumangsung di nagara beradab anu pamingpinna nyaéta Nabiyalloh Muhammad SAW.  Alloh SWT ngawahyukeun ka Nabi Muhammad sarta anjeuna nerapkeun Islam supaya jadi conto anu hadé dina ngalarapkeun kawijakan ka rahayat. 

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh, 
Dina kawijakan Islam, nagara kudu ngawatesan panyakit dina tempatna. Penduduk didaerah éta wabah, teu meunang kaluar tiwilayah kasebut.  Sarta penduduk ti luar wilayah teu meunang asup.  Ieu téh kawajiban syar’i nagara dina ngurus rahayat sarta ngalaksanakeun amanah. 

Teu ngan ukur kitu, nagara ogé kudu ngajamin palayanan kaséhatan mangrupa pangobatan sacara gratis pikeun sakabéh rahayat di wilayah wabah sumebar. Kaasup ngawangun rumah sakit jeung laboratorium pangobatan jeung anu séjénna.  Sarta, nagara wajib ngajamin cukupna kabutuhan dasar rahayat, kaasup dijerona kabutuhan pangan rahayat di wilayah éta wabah.
Sawatara kitu, jalma-jalma anu séhat di luar wilayah anu dikarantina tetep bisa gawé nyiar kifayah sahingga kahirupan sosial jeung ekonomi tetep bisa jalan. Hal ieu téh léngkah-léngkah anu shohih anu bakal dilakukeun ku nagara anu nanjeurkeun sistim Islam.

Hadirin jama'ah jum'ah rohimakumulloh,
Émutkeun kusadayana, wabah ieu téh henteu mung saukur keuna ka jalma-jalma anu dzolim wungkul, tapi ogé keuna ka jalma-jalma anu ariman.  Ieu téh fitnah wabah panyakit anu keur lumangsung kajadian dina wanci kiwari.  Mangka, umat ieu perlu silih tulungan, silih bantu paheuyeuk-heuyeuk leungeun di tengah kaayaan nagri anu dipingpin ku jalma-jalma anu ngan ukur mikirkeun sacara ékonomi sarta nganomer-duakeun kasalametan umat manusa.  
Pamungkas, mudah-mudahan Alloh saénggalna nyingkirkeun wabah korona ti nagri urang ieu.  Ngajadikeun nagri ieu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur anu dipingpin ku pangawasa anu amanah, anu nyaah ka rahayat sarta nerapkeun syari'ah Islam sacara kaffah. Aamin. 
[]

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II



اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

MENGENANG KETEGUHAN AQIDAH KH. BASORI ALWI

Lewat buku DIALOG GENGGONG, antara KH. Basori Alwi & Gus Dur

MUKADIMAH

Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan risalah ini untuk menjernihkan masalah Dialog dengan Gus Dur di Genggong yang membawa salah pemahaman di kalangan pembaca. Sebenarnya kedatangan saya ke Genggong tidak mewakili kubu siapapun, melainkan sebagai pribadi untuk menghadiri walimatul hamli yang diselenggarakan oleh Al Mukarom KH. Mutawakkil Alallah untuk menyambut calon putranya ke lima.
Dalam kesempatan tersebut diadakan dialog dengan Gus Dur. Saya kebetulan punya ganjalan masalah di hati saya berhubung dengan ucapan-ucapan Gus Dur di rapat umum Ampel dan Bangil yang menyatakan bahwa Khomeini adalah Wali terbesar zaman ini, menggunakan kesempatan tersebut untuk menanyakannya. 

Terjadilah dialog sebagaimana yang diungkapkan di dalam risalah ini. Tetapi saya sangat terkejut membaca berita di Jawa Pos tanggal 16 November 1995 sebagaimana yang saya cantumkan fotokopinya di bagian terakhir risalah ini (Silakan membaca… !) yang berjudul “Kubu Pak Ud dan Gus Dur Rangkulan”. Berita ini adalah hasil wawancara KH. Hasyim Muzadi dengan para wartawan yang dilakukan setelah selesai pertemuan dialog tadi. 

Dengan risalah ini, semoga pembaca memahaminya apa yang terjadi sebenarnya

SYIAH MERAJALELA
NU EROSI…. ?

Nahdlatul Ulama adalah Ormas yang berdiri di atas dasar aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah dan mengikuti salah satu dari empat mazhab. 
Pada saat Indonesia menentukan bahwa setiap orpol dan ormas harus berazazkan Pancasila, NU adalah ormas pertama yang menyatakan sebagai organisasi yang berazazkan Pancasila dengan tetap berakidah Ahlisunnah Wal Jamaah dan berhaluan salah satu dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali).

Di dalam Qonun asasi, pendiri NU, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari telah memfatwakan agar NU tidak bermazhab Syiah, karena madzhab ini beliau nyatakan sebagai mazhab ahli bid'ah. 

Setelah Khomeini berhasil dengan revolusinya, menumbangkan kekuasaan Syah Iran, maka ia dirikan lah negara yang ia namakan Negara Islam. Negara ini pada hakekatnya adalah negara Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah Jakfariyah, sesuai dengan konstitusi nya pasal 12 yang berbunyi:

Artinya: Agama resmi Iran adalah Islam serta mazhab Ja’fari Isna Asy'ari. Dan pasal ini tidak bisa diubah untuk selama-lamanya.

Revolusi tersebut pengaruh bergema ke seluruh dunia Islam termasuk Indonesia. Kemudian menyusul dari negara tersebut ekspor kitab-kitab yang mempromosikan Syiah dengan revolusinya yang sukses. Banyak  orang-orang Islam   terutama di kalangan generasi muda  yang sempat tahu apa  Syiah itu sebenarnya? dan apa aqidahnya dan apa perbedaan akidah yang prinsip antara Syiah dan Ahlissunnah Wal Jamaah?

Oleh karena itu banyak yang bersimpati, bahkan tidak sedikit mereka yang bergabung dengan kegiatan-kegiatan Syiah, NU mulai erosi. Dalam pada itu tokoh utama NU sendiri, KH Abdul Rahman Wahid, Ketua Umum PBNU di dalam rapat-rapat umum yang terbuka tidak jarang memuji Khomeini sebagai waliyullah terbesar  abad ini. Al faqir (HM Basori Alwi) sendiri telah mendengar dengan telinga sendiri waktu beliau berceramah di pesantren KH Khoiron-Bangil, Al faqir juga telah membaca tulisan beliau yang diedarkan kalangan yang membela Syiah di pandaan, bahwa beliau menyatakan NU itu adalah Syiah kultural (budaya).

Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas sudah lama al-faqir prihatin dan resah dalam hati, kalau-kalau warga NU ini Ini akhirnya berpindah dari mazhab sunni kepada Syi’i. Padahal menurut pengalaman al-faqir yang meyakini kebenaran Hadits “iftiroqu ummati”  bahwa Syiah sesuai dengan fatwa hadratus Syekh Hasyim Asy'ari di Qanun asasi di atas adalah kelompok sesat ditambah lagi setelah akhir-akhir ini sempat mempelajari kitab-kitab Al Kafi oleh Al-Kulainy, Kasyful Asror oleh Al-Khomeini, Al-Hukumatul Islamiyyah oleh Khomeini, alfaqir menemukan banyak poin-poin ajaran syiah yang diucapkan oleh khomeini mengandung “kufriyyat”(kekufuran). 

Dan atas dasar keterangan-keterangan khomeini tersebut banyak ulama-ulama Timur Tengah seperti: Robithoh Alam Islami, Departemen Wakaf dan Urusan Islam Kerajaan Maghribi (Maroko), Mufti Republik Tunis, Mufti Abdul Aziz Bin Baz (Saudi Arabia), Almuhaddits Nashiruddin (Al-bania) dan ulama-ulama dunia islam lainnya, telah memfatwakan tentang kufurnya alkhomeini. Silakan baca kitab: 

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟ (وجيه المديني).

Mengapa ulama-ulama kaum muslimin mengkafirkan khumeini? oleh Wajih Al Madiniy.

Pada kesempatan “tabayyun” di dalam pertemuan di Genggong pada tanggal 15 Nopember 1995 yang diinformasikan di media pers “Pertemuan Antar Kedua Kubu” (Pak Ud - Gus Dur), yang menurut al-faqir tidak benar, karena al-faqir secara pribadi diundang lewat telepon untuk menghadiri walimatul hamli bagi calon putra KH Hasan Al-Mutawakkil Alallah, Pengasuh Pondok Pesantren Genggong. Sedangkan Pak Ud (KH Yusuf Hasyim) sendiri berhalangan hadir dan saya sendiri tidak merasa mewakili “kubu-kubuan”.

Saya sangat kecewa dan menyesal atas tersiarnya berita di Jawa Pos pada tanggal 16 Nopember 1995 dengan judul “kubu Pak Ud – Gus dur Rangkulan”. Dan potret saya saya bersama sama Gus Dur dan Kyai Badri ditempelkan. Isinya pun tidak sesuai dengan hakikat dialog yang terjadi antara saya dan Gus dur. Saya tidak tahu, yang salah wartawan atau Al Mukarrom KH Hasyim Muzadi dalam memberikan wawancara. Terkesan oleh saya,    seolah-olah ada suatu rekayasa untuk mengangkat seseorang dan menjatuhkan seseorang yang lain. 

Pada kesempatan tersebut saya kemukakan kepada  KH Abdul Rahman Wahid beberapa pertanyaan:

1. Tentang Khomeini yang dipuji Gus Dur sebagai wali terbesar di dunia abad ini.
2. NU dipandang oleh Gus Dur sebagai Syiah kultural.
3. Gus Dur akan meng-indonesiakan Islam sebagaimana dimuat di Jawa Pos (Gegeran Gus Dur - Amien Rais dibukukan di London).

Dan sebelum ketiga pertanyaan itu saya sampaikan, saya bacakan terlebih dahulu tulisan Khomeini di dalam kitabnya Al hukumatul Islamiyyah (Pemerintahan Islam) halaman 52 yang berpasal: wilayah takwiniyah.

فإن للإمام مقاما محمودا ودرجة سامية وخلافة تكوينية تخضع لولايتها وسيطرتها جميع درات هذا الكون . وإن من ضروريات مذهبنا إن لأئمتنا مقاما لا يبغله ملك مقرب , ولا نبي مرسل.

Artinya: Maka sesungguhnya Imam (Imam Ali bin Abi Tholib atau imam-imam lain dari 12 Imam itu) adalah memiliki kedudukan yang terpuji, tingkat yang luhur dan Khilafah “Kun Fayakun”/Jadilah kamu hai benda, maka jadilah benda itu, yang tunduk kepada wilayah dan kekuasaannya seluruh unsur alam ini. Dan termasuk kepastian madzhab kita (Syiah) bahwa Imam-Imam kita (yang dua belas) itu mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh seorang malaikat yang terdekat kepada Tuhan dan tidak pula oleh seorang nabi yang diutus.

Kemudian saya bacakan juga pidato radio oleh khomeini yang dimuat di dalam kitab (Limadza Kaffaro ‘Ulamaul Muslimin Al Khomeini/ Mengapa Ulama Islam mengkafirkan Khomeini ?- halaman 14) yang diantaranya: 

لقد جاء الأنبياء جميعا من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم، لكنهم لم ينجحوا، حتي النبي محمد خاتم الأنبياء الذي جاء لإصلاح البشرية ، وتنفيذ العدالة

Artinya: “Sungguh Nabi-Nabi seluruhnya itu telah datang untuk menegakkan pilar-pilar keadilan di dunia. Akan tetapi mereka tidak sukses, hingga pun Nabi Muhammad sendiri, pamungkas para nabi yang telah datang untuk memperbaiki kemanusiaan, melaksanakan keadilan dan mendidik manusia, itupun tidak sukses dalam hal tersebut. Yang akan menegakkan pilar-pilar keadilan di seluruh pelosok dunia, di semua jajaran kemanusiaan manusia dan akan meluruskan penyimpangan/ penyelewengan agama adalah Al Mahdi yang ditunggu”.

Naskah  selengkapnya nya pidato khomeini sebagaimana dalam kitab tersebut adalah sebagai berikut:

“Maka Imam Mahdi yang diabadikan oleh Allah SWT sebagai simpanan untuk kemanusiaan itu, dialah yang akan bertindak menggelar keadilan di seluruh pelosok dunia dan akan sukses/ berhasil di dalam apa yang tidak berhasil dilaksanakan oleh para Nabi. Sesungguhnya sebab yang oleh karenanya Allah SWT memanjangkan usia Al Mahdi as, yaitu bahwasanya di antara semua manusia ini tidak seorangpun yang mampu melakukan amal (tugas) besar ini, hinggapun Nabi dan datuk-datuk Imam Mahdi as sendiri pun tidak sukses dalam melaksanakan apa yang mereka datang untuknya (tugas yang mereka emban). 

Dan Khomeini berkata pula: “Andaikata Imam Mahdi as telah pulang ke sisi Allah (meninggal dunia) pastilah tidak ada di sana diantara manusia ini, seorang pun yang berhasil menegakkan keadilan dan melaksanakannya di dunia”. 

Maka Imam Mahdi yang ditunggu itu, sungguh telah dikenalkan sebagai simpanan untuk misi seperti ini. Oleh karenanya hari raya kelahirannya -nyawa kita semoga jadi tebusannya- adalah hari raya kaum muslimin yang terbesar dan hari raya putra-putra kemanusiaan yang terbesar, karena dialah yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan sekali lagi keadilan. Oleh karena itu wajiblah kita katakan: “Sesungguhnya hari kelahiran Imam Mahdi as itu adalah hari raya terbesar bagi kemanusiaan seluruhnya”.

Pada saat munculnya nanti maka sesungguhnya dialah akan mengentas kemanusiaan ini dari keruntuhan, akan memberi petunjuk kepada semua orang ke jalan yang lurus dan akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah bumi penuh dengan kecurangan. Sesungguhnya hari kelahiran Imam Mahdi adalah hari raya besar bagi kaum muslimin yang dipandang lebih besar dari hari raya kelahiran Nabi Muhammad dan oleh karena itu wajiblah kita menyiapkan diri untuk kedatangan Imam Mahdi itu. 

Sesungguhnya saya (Khumaini) tidak dapat menamakan Imam Mahdi sebagai pemimpin karena dia lebih besar dan lebih tinggi dari hal itu. Dan tidak bisa menamakannya sebagai orang pertama karena tidak terdapat orang lain sesudahnya dan tidak pula ada orang nomor duanya. Oleh karena itu saya tidak bisa mensifatinya dengan kata-kata apapun   selain “Al Mahdi yang ditunggu” dan dijanjikan yaitu yang diabadikan oleh Allah SWT sebagai simpanan untuk kemanusiaan. Dan kita wajib mempersiapkan diri untuk melihatnya di saat kita mendapat taufik dan untuk melaksanakan misi ini. Dan kita harus mengangkat kepala mengutamakan seluruh aparat negara di negeri kita. Dan harus bercita-cita berharap meluasnya aparat tersebut di seluruh negara-negara di dunia agar negara-negara tersebut mempersiapkan dirinya untuk menyambut keluarnya Imam Mahdi as. Dan bersiap untuk mengunjunginya. (Baca kembali kitab: Mengapa ulama Islam mengkafirkan Khumaini? hal 52). 

Setelah saya bacakan semua ini barulah saya bacakan pertanyaan-pertanyaan: 

1. Dengan alasan apa Al Mukarom KH Abdurrahman Wahid mengatakan Khumaini wali terbesar, sedang aqidahnya banyak mengandung kekufuran? 
2. Mengapa NU dipandang sebagai Syiah kultural yang cukup membingungkan umat?

KUTIPAN DIALOG GENGGONG 

Gus Dur Dan Saya (HM. Basori Alwi) 
Sebagaimana Dalam Kaset Yang Ada Pada Saya

Perkataan saya (HM Basori Alwi): Terima kasih banyak sebelumnya, hanya sampai sekarang ini timbul selalu muskilat di dalam hati saya. Saya pernah membaca tulisan; apa itu tulisan Gus Dur betul atau orang menulis seperti itu? Saya sendiri juga pernah mendengar pidato Kyai Abdurrahman Wahid di Bangil. Seperti keterangan Kyai Abdurrahman tadi, wali terbesar abad ini ada dua orang, Sayyid Alwi dan khumaini. Saya catat terus musykil dalam hati saya.

Sekarang ini sudah banyak kyai yang sudah masuk Syiah, dan sudah mengolok-olok bukan cuma sahabat, sampai mengolok-olok Imam Ghazali dst. Saya punya kaset kasetnya, di Probolinggo sini juga ada, yaitu alumni dari Sidogiri, kalau tidak salah ia anggota NU Kraksaan Probolinggo. 

Masalah Syiah ini lepas dari Saudi dan bukan Saudi. Ini adalah masalah aqidah. Karena cintanya kepada Ahlissunah wal jamaah, karena takutnya Ahlissunah wal jamaah erosi, saya akhir-akhir ini berusaha mencari kitab Al Kafi sampai kitab-kitab Khomaini sendiri, termasuk yang saya bawa sekarang ini; Al Hukumatul Islamiyah yang dikarang sebelum revolusi Iran. Insya Allah Kyai Abdurrahman Wahid sudah membaca kitab ini. Kalau melihat isinya, dari sisi pembangkitan perjuangan memang bagus, tetapi setelah  mengenai aqidah, di sini ada aqidah yang menurut kebanyakan ulama “minal kufriyayat” (termasuk kekufuran). Saya ingin membacakan salah satu isi kitab Al Hukumatul Islamiyah hal 52: 

“Yang dimaksud Khilafah Takwiniyah ini adalah Khilafah untuk mengucapkan “Kun Fayakun” seperti Tuhan. 
(lihat terjemahannya pada halaman 5)
Ini adalah tulisan Khomeini. Lantas masih banyak lagi tentunya, tidak akan saya kemukakan semua. Ini antara lain yang dijadikan dasar di dalam Kitab yang dihimpun oleh Wajih Almadiniy yang berjudul:

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟

Salah satu alasan mengkufurkan Khomeini diantaranya tadi itu. Kedua, pidato Khomeini sendiri yang diucapkan: (sebagaimana ada di halaman 5) 

Adapun yang mengeluarkan fatwa itu banyak, diantaranya; Ulama Rabithah Alam Islami, Departemen Wakaf dan Urusan Islam di kerajaan Maghribi (Maroko), Mufti Tunis dll. 

لماذا كفر علماء المسلمين الخميني؟

Mengapa ulama kaum muslimin telah mengkafirkan Khomeini?

Jawabnya:

أولا : زعمه أن أئمة الشيعة أفضل من جميع الرسل والملائكة
Artinya: Pertama, dugaan Khomeini bahwa imam-imam Syiah adalah lebih utama dari seluruh utusan Allah dan Malaikat.
(lihat ucapan Khomeini diatas, pasal Al Wilayatul Takwiniyah) 

Terus diantaranya lagi, pidato Khomeini: 
(Sebagaimana tadi di halaman 5-6) 

Jadi inilah di antara beberapa alasan para ulama dalam mengkufurkan Khomeini. Insya Allah para ulama itu mengkafirkan orang tidak gampang. Masih banyak lagi hujjah-hujjah yang diambil dari kitab-kitab Syiah sendiri. Saya juga membawa kitab Khomeini sendiri yang namanya Kasyful Asror yang mengolok sahabat, mengolok Sayyidina Umar, mengolok Siti Aisyah dan lain-lainnya.
 
Lantas saya tidak habis piker. Jadi apakah itu diplomasi atau memang tidak tahu, Gus Dur kok mengatakan Khomeini ini adalah wali terbesar di zaman ini. 

Waktu saya ceramah mengenai soal ini, diedarkan oleh orang suatu edaran. Penulisnya katanya Gus Dur. Kalau ini bukan dari Gusdur, saya minta harus dibantah. Begini isinya:  Bahwa Syiah itu adalah merupakan kecintaan kepada Rasulullah dan ahli bait. Sedangkan NU itu adalah gudangnya cinta kepada ahli bait. Jadi secara berkelakar, NU itu sesungguhnya Syiah kultural. 

Ini adalah yang dikatakan Gus Dur dalam edaran tadi. Pendapat Gusdur itu apa landasannya? 

Saya ingin menyampaikan, bagaimana sebenarnya pandangan Gus Dur mengenai Syiah, terutama Syiah Itsna Asyariyah Jabariyah yang sekarang menguasai Iran dan Irak, dan yang sekarang telah berhasil mendirikan suatu negara yang dinamakan Negara Islam, walaupun kalau dilihat dari UUD adalah negara Syiah. 

Tadi saya mendengarkan tentang Said Aqil yang menganjurkan agar supaya meralat, merombak Qanun Asasi Hadrotus Syekh yang disebutkan di dalamnya larangan orang ikut Syiah. 

Lantas terakhir, apakah tidak seharusnya untuk melindungi aqidah ahlissunnah wal jamaah itu kedalam saja, bahwa PBNU, tentu dalam hal ini Suriah, kita mohon lewat KH.Abdurrahman Wahid, yaitu setelah mempelajari masalah ini, mengatakan ke bawah (seluruh anggota NU) bahwa Syiah yang sekarang berkembang di Indonesia ini, harap paling tidak dikatakan:  Sudah tidak sejalan dengan Islam, atau keluar dari Islam, atau tidak bisa dianut oleh siapapun dari lingkungan warga NU misalnya. 

Saya juga ingin tahu sebenarnya aqidah Gus Dur sendiri tentang syiah itu bagaimana?. Terima kasih. 

Gus Dur : Lha… ini Kyai yang ngomong kan urut.
Jadi begini Kyai, marilah kita tabayun kitab itu sebab, kitab itu semua tidak dicetak oleh mereka. Jadi mereka mengatakan bukan ini Khomeini. Ini cetakan orang luar.

Kita boleh ribut tentang masalah ini. Tetapi ada satu hal, saya tidak pernah “sabbus sohabat”, tidak akan mungkin. Bahkan saya sekarang ini mencari Sholawat Uhud, karena diperintahkan oleh ba’dul khowwash: kejobo Sholawat Badar, sing akeh-akeh Sholawat Uhud kepada Syuhada sahabat fil Uhud wal Mu’tah wal Yamamah. Padahal Yamamah itu sudah bukan zamannya Sayyidir Rasul, zamannya Sayyidina Abu Bakar. Itu masih termasuk harus didoakan sehari-hari. 

Jadi pandangan saya mengenai soal ini memang ada perbedaan jelas antara kita dengan Syiah. Sebab Syi'ah menerima sahabat itu tidak semua. Itu salah mereka. Lalu yang kedua, bahwa mereka menganggap Imamah itu begitu penting (Saya/H.M. Basori Alwi menimpali:  Rukun Imam Syiah). Itu beda dengan kita. 

Saya terangkan sebetulnya Syiah itu aqidahnya malah-malih, karena menurut penelitian dari guru saya Dr. Rusman Abdul Hamid:  min maqtali Sayyidina Ali atau min tholabi as sa’idy fii khilafatin lahu”, dari permintaan semua orang supaya ia dijadikan khalifah sampai kurun Imam Ghazali pada abad ke-5 Hijriyah -berarti 5 abad- akidah Syiah itu adalah aqidah sunny plus imamah. Jadi bedanya kita dengan mereka di Imamah. 

Puncaknya adalah Ibnul Baba Al Qummi. Ibnul Baba Al Qummy mempunyai murid Syeikhul Mufid. Syeikhul Mufid setelah belajar dari Syiah belajar kepada falasifatul Mu’tazilah. Nah dengan belajar kepada falasifatul Mu’tazilah di zaman as shahib Ibnu Ibad sebagai wazir orang Syiah, maka dia lalu terpengaruh oleh mu'tazilah. 

Akhirnya mabda’ mu'tazilah yang 5…  al mabadiul ;amah aal khamsah: yaitu at tauhid, an nubuwwah, al ‘adalah/al ‘adl dan al maad diambil oper oleh Syiah. Lalu mabda’ yang satu yaitu manzilatun bainal manzilatain diganti oleh mereka dengan Imamah. 

Jadi saya katakan aqidah Syiah sekarang ini adalah Mu’tazilah plus. Lha kalau ahlisunnah wal jamaah sendiri “tukaran” sama Mu’tazilah, bagaimana mungkin kita menerima aqidah Syiah.
 
Itulah Kyai…. Tapi itu kan akidah. Akidah mereka begitu aqidah kita begini. 
Yang sama dari kita hidup perjuangan menegakkan syiar Islam. Menentang macam-macam itu. Apalagi di abad sekarang, menentang penjajahan dan liberalisme. Itu yang saya pegang positif dari Syiah. 

Dengan kata lain, kita yang berbeda boleh berbeda, yang sama mari kita gunakan. Nyatanya memang banyak persamaannya juga sih, kalau sudah menyangkut masalah akhlak, sudah menyangkut pembangunan masyarakat yang adil dan makmur. 

Oleh karena itulah, Pak Harto juga kesana, Habibie juga kesana, semuanya ke sana. Jadi ada yang sama dengan kita, ada yang lain. Tetapi semua kita adalah “fi sufufil Muslimin”. 
Oleh karena itu, saya menerima usulan Kyai Bashori tadi, mengatakan bahwa “hum khorijuuna ‘anil Islam”… Lah ini kan mencerai-beraikan kita sendiri kiai, itu kalau saya malah begini: kalau dikatakan bahwa aqidah mereka tidak sama dan kita tidak usah ikut dengan mereka saya setuju. itu bisa. 

Mohon kepada Bapak-bapak Kyai semua… kirim surat sebanyak-banyaknya kepada PBB, sehingga saya di PBB bisa mengusulkan. Ini jelas usulnya dari mana. Dari para ulama. Ya tapi jangan kita itu “ikhrojun nas”, karena masalahnya masih tadi itu. Artinya itu yang benar mana sih. Katanya orang. itu bukan tulisan Khomeini, kata Saudi dan teman-temannya Inilah Khomeini. Kita harus “ta’yin” dulu sebelum kita ikut-ikutan mengambil keputusan. 

Mengapa saya katakan bahwa NU itu syiah kultural, itu untuk membedakan bahwa Syiatu ma qobla Sayikhil Mufid itu hanya sekedar kultur dan politik saja. Mereka membela Sayyidina Ali dan mereka berkultur kepada ahlirrasul dan ahlil bait. Nah kita banyak mengambil dari mereka, kalau kita pujian li khomsatun… khomsatun yang disebut itu adalah 5 orang ya 5 orang itu ahlul bait. 
Kyai Badri: tapi ditandingi Kyai…

Gus Dur: Nanti dulu…, nanti dulu….. lima orang ini menurut mereka -Syiah yang resmi- ahli bait Itu yang lima ini Kyai. Ahli bait itu 5 ini. 
Jadi dengan kata lain dalam soal ini, Syiah tsaqofiyah, Syiah budaya, justru kita mempererat dengan mereka supaya mereka nanti ikut kita dalam aqidah. Jadikan begini ada orang yang sama tsaqofah nya beda aqidahnya. Bagaimana cara merangkul mereka dengan tsaqofah. Ya inilah Kyai… yang Kyai katakan apa ini diplomasi. Salah apa tidak. Itu maksudnya. 

Keluarga kita yang ikut-ikutan tidak mengerti urusannya. kalau kita terangkan dengan sebaik-baiknya kepada mereka, itu akan merontok dengan sendirinya. Jadi tidak perlu kita keras terhadap mereka, kekerasan itu hanya membuahkan kekerasan juga. 

Tetapi kalau mengenai ketegasan sikap, harus tegas. Min nihayati aqidah itu tidak bisa ditawar. Aqidah Syiah yang sekarang, Ma ba’da Ibnul Baba al Qummy itu jelas berbeda. Kalau perlu bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal jamaah. 

Jadi saya setuju dalam hal ini kita membuat semacam seruan. Kalau itu sudah dianggap bahaya. Tetapi saya nuwun sewu Kyai Badri dan Kyai Bashori, saya sendiri menganggap itu belum ada bahayanya. Satu dua orang yang begitu. Tetapi ya… di tiap zaman selalu ada begitu. Tidak terlalu banyak. Seluruh Indonesia ini tidak ada dua ribu orang kok Syiah itu. Lha wong satu bangsa 190 juta, 2.000 itu tidak ada artinya apa-apa. Saya ini tukang ngramut anak-anak Syiah yang di UI. Sekarang alon-alon pretel siji-siji… sudah balik karena diramut. Kalau dibiarkan ya itu tadi.

Perkataan saya (H.M. Basori Alwi): Ya itu salah satu pikiran, tapi apa salahnya… seperti halnya dulu ulama-ulama kita bangkit dengan segala argumentasinya terhadap lawan ideologinya.

Terus maaf kan… ini kitab Al hukumatul Islamiyah. Ya Ini aslinya. Dari sana ya Ini. Kasyful Asror, juga al Kafi, itu memang aslinya. 
Di sana (Al Kahfi) disebutkan Alquran yang tambahan-tambahan itu, yang muharrof (dirubah) itu. 

Memang Quran yang di Iran dan di mana-mana itu tetap sama. Tetapi di dalam hadits-hadits Syiah yang dimuat di kitab Al Kafi, dikatakan memang Quran itu sudah banyak yang muharrof. Suatu contoh disebutkan di sana misalnya:

وإن كنتم في ريب مما نزلنا على عبدنا فأتوا بسورة من مثله

mestinya kata mereka: mimma nazzalna ‘ala ‘abdina fi ‘aliyyin fa’tu bi surotin
Dikatakan pula bahwa Alquran yang sebenarnya itu tidak 6.000 sekian ayat, tetapi 17.000 ayat. Lha dari sini ini lho masalahnya. Orang yang sudah mengatakan bahwa Alquran itu muharrof (berubah) apakah masih dipandang sebagai orang Islam? lantas kalau kita katakan Islam, Islam tetapi Islam murtad kan?

Sekarang kalau kita mengaji sulam -selama kita masih berpegang sulam – wa minar riddah itu contohnya:

Inkaaru shuhbati Sayyidina Abu Bakar As Siddiq

Dan syarahnya: wa Umar Utsman dan lain-lain. itu yang dipertanyakan. Lah sekarang itu (sahabat-sahabat tadi) “diantemi” (diolok/dimurtadkan). Apalagi di buku-buku propaganda-propaganda Syiah itu, buku-buku yang dicetak oleh Al Mizan di Bandung disebarluaskan  ke mana-mana. Sekarang di Sidogiri saja banyak kitab-kitab itu yang masuk. Sampai Sidogiri itu pernah bisa menerima tamu Syiah. 

Sementara itu… Insya Allah kalau Gus Dur sendiri ya bisa menjalankan cara-cara semacam itu (yang seperti di Jakarta). Itu mungkin bisa. Tetapi di kalangan bawah. Apa nanti kita tidak tergusur. Itu lah maksud saya supaya NU itu memberikan penjelasan. Lebih baik menjaga daripada berobat sesudah sakit kan? (Kyai Badri: Preventif). 

Jadi sebaiknya sekarang ini, paling tidak NU membuat pernyataan. Pernyataan ini -mohon maaf- nanti agar supaya bisa menampung hujjah-hujjah para ulama dari mana-mana. Apabila memang betul-betul sudah di luar Islam. Ya dinyatakan ke dalam saja tidak usah keluar bahwa Khomeini dengan ucapan-ucapannya itu telah keluar dari akidah Islam. Lah kalau sudah begitu kan otomatis di bawah ini mudah. Jadi tidak sulit. Sebab mereka itu tidak tahu Syiah. kadang-kadang cuma tahu Khomeini saja. Jadi dimana-mana pokok modelnya asal Khomeini. karena mereka terpengaruh oleh revolusinya itu. 

Kyai Badri: saya menambah…. yang mondok di Qum di Iran lalu di Syria yang sudah dapat beasiswa dari Syiah juga puluhan mereka kalau sudah pulang ke Indonesia prakteknya nulis Abu Bakar as-siddiq Aisyah diinjak dengan Kakinya ini yang kurang ajar

(rekaman terputus sampai sini rekaman yang lain belum sampai ke tangan saya)

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2961155767286445&id=100001761517615

Virus Korona VS Tembakau

Lagi Seru-seru nya info simpang siur tentang merebaknya wabah qovit 19 penulis mendapat brondcash di grup whatsap yang berjudul "BERUNTUNGLAH PARA PEROKOK BERAT DI DUNIA"

Silahkan baca dan nilai sendiri, apakah ini nyata secara medis atau hanya hoax? 

Pentingnya merokok untuk melawan corona.
Dibaca sampai selesai 

Mengunngkap fakta penelitian yang bilang merokok membunuhmu.Dan mengungkap fakta baru tentang pencegahan Virus Corona dengan asap rokok.

Dilansir dari halaman peneliti paru-paru Dr. Prof. Ali bolgana dari Mesir.
Bahwa kandungan nikotin rokok menempel di paru-paru yang dimana,virus yang masuk ke paru-paru lewat udara dapat terhalang karena adanya nikotin rokok tersebut,Makanya saat ini wabah virus corona yang menyerang ke negara-negara besar kebanyakan orang yang terdampak virus tersebut dan meninggal dunia di karenakan tidak ada nikotin yang menyelimuti paru-paru mereka,Walau pun kita tahu nikotin tersebut juga merusak paru-paru tetapi dalam jangka waktu lama dan panjang,sedangkan virus corona ini merusak paru-paru kita dalam hanya beberapa hari saja,jadi pernyataan merokok ini sudah di angkat di mesir dan sekarang penduduk mesir sudah melakukan prakteknya dan virus corona di mesir sudah bisa di tanggulangi karena mereka merokok sesuai anjuran Dr. Prof. Ali Bolgana seorang Dr. yang ahli dalam mencegah kerusakan paru-paru.
Pada saat ini yang kita tahu bahwa orang yang terkena virus corona adalah orang yang tidak merokok, mengapa karena di dalam paru-paru mereka tidak ada getah nikotin yang mengikat virus atau kuman yang masuk ke dalam paru-paru mereka,yang menyebabkan virus tersebut bisa menggerogoti paru-paru mereka seperti virus corona ini.

Mari saling berbagi,saling mengingatkan karena 1x kamu share kamu sudah menyelamatkan Masyarakat Indonesia sebanyak 10 orang.

Di terbitkan dari perusahaan buku ternama di mesir dan Halaman artikel google linknya ada di bawah ini
Sumber asli artikel :
https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/قرناء/

Rabu, 01 April 2020

Hukum Membaca Al-Quran Tanpa Tahu Artinya

Al-Quran sesungguhnya merupakan kitab yang berisi petunjuk dasar untuk hidup di alam dunia. Dengan menggunakan petunjuk itulah, kita diminta oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam arti luas, bukan terbatas pada ruang lingkup ritual dan sakral, tetapi seluruh aplikasi kehidupan manusia sesungguhnya bagian dari ibadah. Tanpa menggunakan petunjuk itu, maka apapun yang kita niatkan sebagai ibadah akan sia-sia. Maka selayaknya sebagai muslim, kita bukan sekedar hanya membaca Al-Quran sebagai ritus ibadah, tetapi lebih dari itu, seharusnya kita mempelajari maknanya, mendalami esensi isinya, serta pengimplementasikan perintah-perintah yang ada di dalamnya menjadi suatu tindakan yang nyata.

Al-Quran sendiri telah mengumpamakan orang yang membaca kitab namun tidak mengerjakan isinya seperti layaknya keledai yang memanggul kitab.

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. Al-Jumu'ah: 5)

Maka menjadi kewajiban kita untuk mempelajari isi kitabullah, sebagaimana ciri orang yang bersifat rabbani.



Tidaklah patut bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Kitab ugama dan hikmat serta pangkat Nabi, kemudian ia tergamak mengatakan kepada orang ramai: "Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menyembahku dengan meninggalkan perbuatan menyembah Allah". Tetapi (sepatutnya ia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin (yang hanya menyembah Allah Taala - dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi Kitab Allah itu, dan kerana kamu selalu mempelajarinya.
. (QS. Ali Imran: 79)

Perintah untuk melakukan tadabbur Al-Quran juga kita dapati sebagai sebuah keharusan sebagai seorang muslim.

(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalangnya daripada menerima ajaran Al-Quran)? (QS. Muhammad: 24)

Sekedar Membaca pun Ibadah

Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa Al-Quran itu memang lain dari wahyu yang lain. Salah satu kelebihannya adalah bila dibaca, meski tidak dipahami maknanya, Al-Quran tetap mendatangkan pahala. Walaupun manfaatnya menjadi sangat sedikit dibandingkan bila kita paham maknanya. Namun perintah membaca tetap ada, sehingga meski kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja membaca Al-Quran merupakan perintah dari Allah SWT. Perintah untuk membaca Al-Quran kita temukan bertebaran di dalam Al-Quran sendiri, di antaranya ayat berikut ini:

Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an.(QS. Al-Muzzammil: 20)

Selain ayat Quran juga banyak hadits nabawi yang menganjukan kita untuk membaca Al-Quran, tanpa menekankan pentingnya kita mengerti maknanya.

1. Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca Berbeda

Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak membaca Al-Quran. Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim) Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-Quran atau tidak membacasudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Quran.

2. Bersama Malaikat

Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat. Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." (HR Bukhari Muslim)

Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.

3. Bacaan Quran adalah Syafaat

Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti. Dari Abu Umamah Al-Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)


4. Diberi Pahala per Huruf

Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Quran ketika Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadits hasan shahih). Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Quran itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.

Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Al-Quran tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca.
 
back to top